ART Asal Batang Meningal Usai Lompak dari Lantai 4 Rumah Kos, Anggota DPR RI Rizal Bawazier Desak Polisi Usut

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier desak polisi untuk mengusut tuntas meninggalnya ART Asal Batang
0 Komentar

JAKARTA – Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) warga Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang meninggal usai diduga melompat dari lantai empat sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.

Menyikapi kasus tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari daerah pemilihan Batang, Pekalongan, dan Pemalang, Rizal Bawazier, meminta aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh kasus tersebut.

Permintaan itu secara khusus ditujukan kepada Polda Metro Jaya. Rizal mendorong agar penanganan perkara berlangsung transparan dan mendalam, termasuk mengungkap potensi adanya tekanan atau kekerasan terhadap korban sebelum insiden terjadi.

Baca Juga:Kena Sanksi Pengelolaan Sampah, Pemkab Kendal Siapkan Kirim 100 Ton per Hari ke Semarang untuk EnergiPDI Perjuangan Kendal Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Dapur Marhaen, Tegaskan Komitmen Sosial ke Warga

“Logikanya, jika seseorang sampai memilih melompat dengan mengetahui risikonya, itu menandakan adanya tekanan yang luar biasa,” ujar Rizal Bawazier ,Sabtu (25/4/2026).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai dugaan tekanan psikologis terhadap korban wajib didalami serius oleh penyidik. Apalagi dalam peristiwa sama, terdapat dua ART lain yang diduga turut terlibat dalam insiden serupa.

Hal itu, kata dia, menimbulkan indikasi kondisi tidak wajar di lingkungan tempat tinggal atau kerja korban.

Rizal menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum harus diproses tanpa pandang bulu.

“Siapapun tokoh atau pihak yang terlibat, jika ditemukan unsur pidana yang menyebabkan korban nekat melompat hingga meninggal, harus diproses secara adil,” kata pria yang akrab disapa Pak RB ini.

Edukasi Ketenagakerjaan Perlu Diperkuat

Selain aspek hukum, Rizal Bawazier juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan edukasi ketenagakerjaan kepada masyarakat, khususnya di daerah asal korban, Kabupaten Batang. Menurut dia, sosialisasi terkait risiko bekerja di luar daerah serta perlindungan tenaga kerja harus diperkuat hingga ke tingkat desa.

“Pemerintah daerah melalui camat, kepala desa, hingga RT harus aktif memberikan sosialisasi. Jangan sampai warga, terutama di bawah umur, bekerja jauh tanpa perlindungan memadai,” ujar RB.

Baca Juga:Lindungi Kawasan Pesisir, Rizal Bawazier: Wilayah Pekalongan hingga Batang Barat Prioritas Pembangunan GSWWarga Kota Pekalongan dan Batang Minta Pembatasan Truk Sumbu Tiga Diterapkan Secara Konsisten

Rizal Bawazier mengaitkan peristiwa ini dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih terbatas, yang mendorong warga merantau ke kota besar untuk mencari penghidupan.

“Kalau di daerah tersedia lapangan kerja cukup, tentu warga tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta. Ini tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah daerah,” tuturnya.

0 Komentar