Penggunaan BBM Sembarangan yang Tidak Sesuai Rasio Kompresi Mesin Bisa Merusak Kendaraan! Ini Penjelasannya

risiko penggunaan BBM tidak sesuai kompresi
risiko penggunaan BBM tidak sesuai kompresi / sumber: freepik
0 Komentar

Penggunaan BBM yang Tidak Sesuai Bisa Picu Kerusakan Mesin

RADARPEKALONGAN.ID – Penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa sangat merugikan.

Banyak pemilik kendaraan memilih bahan bakar hanya berdasarkan harga, bukan kebutuhan mesin. Padahal, menurut Toyota Indonesia, pemilihan bahan bakar harus disesuaikan dengan spesifikasi teknis kendaraan.

Rasio kompresi menjadi faktor penting karena menentukan tekanan dan suhu di dalam ruang bakar.

Baca Juga:Jika BBM Langka di Indonesia Apa Akibatnya? Ini Dampak Nyata yang Bisa Langsung Kamu Rasakan!BBM Subsidi Jadi Rebutan Tahun 2026? Ini Alasan Kenapa Masyarakat Mampu Diminta Tidak Beralih dari Non-Subsidi

Jika bahan bakar yang digunakan tidak sesuai, proses pembakaran bisa terganggu dan memicu berbagai masalah pada mesin.

Kenapa Rasio Kompresi Sangat Penting

Rasio kompresi menggambarkan seberapa besar tekanan yang terjadi di dalam mesin saat proses pembakaran. Semakin tinggi rasio kompresi, semakin tinggi pula tekanan yang dihasilkan.

Hal ini membuat mesin membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih tinggi agar tidak terbakar sebelum waktunya. Jika tidak sesuai, pembakaran akan terjadi secara tidak optimal.

Panduan umum penggunaan BBM berdasarkan rasio kompresi:

  • Kompresi di bawah 9:1 cocok menggunakan RON 88–90
  • Kompresi 9:1 sampai 10:1 ideal menggunakan RON 90–92
  • Kompresi 10:1 sampai 11:1 membutuhkan RON 92–95
  • Kompresi di atas 11:1 disarankan memakai RON 95–98

Dengan mengikuti panduan ini, performa mesin bisa tetap optimal dan lebih awet.

Dampak Penggunaan BBM yang Tidak Tepat

Penggunaan BBM yang tidak sesuai bisa menimbulkan berbagai efek negatif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Beberapa risiko yang sering terjadi:

  • Mesin terasa berat saat digunakan
  • Konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros
  • Muncul suara ngelitik pada mesin
  • Suhu mesin meningkat lebih cepat
  • Penumpukan kerak karbon di ruang bakar
  • Injector menjadi kotor
  • Kerusakan pada piston dan katup

Dalam jangka panjang, biaya perbaikan akibat kesalahan ini bisa jauh lebih besar dibanding selisih harga bahan bakar yang ingin dihemat.

BBM Oktan Tinggi Tidak Selalu Lebih Baik

Banyak orang mengira semakin tinggi oktan, semakin bagus untuk semua mesin. Faktanya tidak selalu demikian.

Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini Sabtu 25 April 2026 Naik Rp20.000 per Gram! Ini Daftar Lengkap Semua UkuranTepis Isu Kelangkaan, Plt Bupati Pekalongan Jamin Stok LPG dan BBM Aman Hingga Akhir 2026

Penggunaan BBM beroktan tinggi pada mesin dengan kompresi rendah justru tidak memberikan manfaat signifikan.

0 Komentar