Rela Korbankan Hutan Kota Yosorejo, Pemkot Pekalongan Kebut Proyek Raksasa PSEL Pengolah Sampah!

Rela Korbankan Hutan Kota Yosorejo, Pemkot Pekalongan Kebut Proyek Raksasa PSEL Pengolah Sampah!
WAHYU HIDAYAT SURVEI – Tim dari Pemerintah Pusat saat melakukan survei lapangan di calon lokasi PSEL Pekalongan Raya di Hutan Kota Yosorejo, Pekalongan Selatan, Senin (27/4/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Demi mengatasi status darurat sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan rela mengambil langkah ekstrem! Ruang Terbuka Hijau (RTH) alias Taman Hutan Kota Yosorejo yang asri di Kecamatan Pekalongan Selatan bakal dibabat habis dan dialihfungsikan demi memuluskan mega proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Pekalongan Raya.

Keputusan berani ini berarti hilangnya sekitar 3,6 hektare kawasan hijau paru-paru kota. Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Joko Purnomo, buru-buru memastikan bahwa pihaknya tak sembarangan bertindak dan sudah menyiapkan lahan pengganti yang jauh lebih luas dan menjanjikan!

“Hutan kota itu secara tata ruang memang RTH, tetapi kami sudah menyiapkan lahan pengganti di wilayah Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat. Luasnya sekitar 4 hektare dan akan kami kembangkan menjadi hutan kota yang lebih baik serta terintegrasi dengan pengelolaan sampah TPS3R menjadi konsep ‘integrated farming’,” beber Joko secara blak-blakan, Senin (27/4/2026).Borong Sawah Dekat Exit Tol Demi Akses 350 Truk Sampah!

Baca Juga:Ekonomi Kendal Melaju 7,99 Persen, DPRD Soroti Ketimpangan dan Dominasi Kawasan IndustriAwal 2026, 7 Kasus Kekerasan Seksual Anak Guncang Batang, Mayoritas Berawal dari Rayuan Medsos

Tak cuma mengorbankan hutan kota, Pemkot juga tancap gas membebaskan lahan persawahan di sisi timur hingga menyentuh jalur exit tol! Langkah ini demi menggenapi syarat minimal 5 hektare untuk berdirinya pabrik raksasa tersebut.

“Total kebutuhan lahan sekitar 5 hektare, dan saat ini sudah tersedia 4,2 hektare. Sisanya sekitar 0,8 hektare akan kami bebaskan. Lokasi ini dipilih agar akses kendaraan, termasuk truk pengangkut sampah, bisa langsung masuk tanpa mengganggu lalu lintas umum,” jelas Joko memaparkan strateginya.Bayangkan saja, aktivitas di PSEL ini bakal super sibuk dengan lalu-lalang sekitar 350 armada truk sampah setiap harinya dan beroperasi nonstop 24 jam! Karena itulah, akses potong kompas langsung ke exit tol menjadi harga mati agar tak memicu kemacetan horor di jalan umum.

Soal aturan ketat alih fungsi sawah? Pemkot Pekalongan mengaku tak gentar dan punya amunisi cadangan.

“Kalau yang dibebaskan sekitar 1 hektare, maka sesuai aturan harus diganti tiga kali lipat. Kami masih memiliki cadangan lahan yang cukup, sehingga hal ini tidak menjadi kendala,” imbuhnya percaya diri.

0 Komentar