Cegah Abrasi Pantura, Kendal Mulai Penanaman 1 Juta Mangrove di Pesisir Pantai Jomblom

Cegah Abrasi Pantura, Kendal Mulai Penanaman 1 Juta Mangrove di Pesisir Pantai Jomblom
ABDUL GHOFUR TANAM MANGROVE - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari melaksanakan penanaman bibit mangrove di Pantai Jomblom, Rabu (29/4/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Sebagai langkah strategis memitigasi ancaman kerusakan pesisir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal berkolaborasi dengan Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Kendal (MPLHK) meresmikan dimulainya program penanaman satu juta bibit mangrove di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Kendal, Rabu (29/4/2026).

Acara pencanangan (kick off) tersebut dipusatkan di kawasan Pantai Jomblom, Desa Korowelanganyar, Kecamatan Cepiring. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.

Turut hadir dalam pelestarian lingkungan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Jawa Tengah Heru Jatmiko, Anggota DPRD Kendal Muhammad Iqbal Aldila, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kendal Aris Irwanto, serta Kepala Dinas Kelautan dan Kehutanan Kendal Hudi Sambodo.

Baca Juga:Krisis Regenerasi, Batik Rifa'iyah Batang Dituntut Inovasi Bikin Produk Harga TerjangkauPeringati May Day 2026, Buruh Kendal Siapkan Aksi Tuntut Hapus Outsourcing dan UMSK 2027

Kondisi Kritis Pesisir Korowelanganyar

Bupati Kendal yang akrab disapa Tika memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif gerakan ini. Ia menyoroti kondisi geografis pesisir Korowelanganyar yang kini masuk kategori kritis, mengingat sekitar 90 persen wilayah tersebut telah kehilangan bibir pantai sehingga sangat rentan tergerus gelombang air laut.

“Harapannya, penanaman mangrove ini dapat menahan abrasi. Di Desa Korowelang ini potensi abrasi sangat besar,” tegas Bupati Tika.

Ia turut menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan (stakeholder) sangat diperlukan tidak hanya pada proses penanaman, tetapi juga pada pemeliharaan ekosistem dalam jangka panjang.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas KLHK Jawa Tengah, Heru Jatmiko, mengingatkan bahwa langkah ini bukanlah sebatas agenda seremonial, melainkan intervensi ekologis yang mendesak.

“Penanaman mangrove ini untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir dan menjawab kerusakan ekosistem yang kita hadapi. Mangrove mencegah abrasi dan kenaikan muka air laut,” ujar Heru memberikan pemahaman.

Libatkan 200 Relawan

Sementara itu, Ketua MPLHK, Zaenal Nursikin, merinci bahwa pencanangan hari ini ditandai dengan penanaman 5.000 bibit mangrove di Pantai Jomblom yang melibatkan sekitar 200 relawan. Sebelumnya, pihak MPLHK juga telah menanam 2.000 bibit dalam kurun waktu dua pekan terakhir.

Zaenal memastikan bahwa program ini akan terus berekspansi menyasar pantai-pantai lain di wilayah Kabupaten Kendal hingga target satu juta bibit tercapai.

0 Komentar