Cegah Kasus Fatal! Dinkes Pekalongan Kebut Vaksinasi Campak Ratusan Nakes RSUD Bendan

Cegah Kasus Fatal! Dinkes Pekalongan Kebut Vaksinasi Campak Ratusan Nakes RSUD Bendan
ISTIMEWA VAKSINASI - Dinkes Kota Pekalongan mulai lakukan vaksinasi ke tenaga kesehatan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Langkah antisipasi super cepat dan tegas diambil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan! Guna menangkal ancaman penularan penyakit mematikan di lingkungan fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung tancap gas menggeber program vaksinasi campak massal bagi para pahlawan garda terdepan, yakni Tenaga Kesehatan (Nakes).

Langkah preventif ini diklaim harga mati. Pasalnya, perlindungan terhadap nakes akan berdampak langsung pada keselamatan para pasien rentan dan masyarakat luas!

Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati, membeberkan bahwa suntikan kekebalan ini telah mulai digenjot pada 20–21 April lalu. Pelaksanaan tahap ini difokuskan di RSUD Bendan, dengan sasaran para tenaga medis, nakes, hingga dokter internship yang sehari-harinya berjibaku menangani pasien.

Baca Juga:Krisis Regenerasi, Batik Rifa'iyah Batang Dituntut Inovasi Bikin Produk Harga TerjangkauPeringati May Day 2026, Buruh Kendal Siapkan Aksi Tuntut Hapus Outsourcing dan UMSK 2027

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 455 tenaga kesehatan di RSUD pelat merah tersebut masuk dalam radar wajib vaksin! Kriterianya jelas, yakni nakes yang belum pernah mendapatkan suntikan imunisasi Measles-Rubella (MR) sama sekali, atau baru satu kali menerima dosis tersebut seumur hidupnya.

“Jika petugas kesehatan sudah memiliki kekebalan, maka mereka tidak akan mudah tertular maupun menularkan kepada pasien. Ini menjadi kunci dalam melindungi masyarakat, terutama pasien yang rentan,” tegas Samsiyah blak-blakan membeberkan krusialnya program ini.Terkendala Sistem Shift, Dinkes Bakal Lakukan Sapu Bersih!

Meski langsung tancap gas, Samsiyah tak menampik adanya sedikit ganjalan di lapangan. Benturan jadwal vaksinasi yang digelar pagi hingga siang hari dengan jam kerja nakes yang menggunakan sistem shift, membuat beberapa target belum sempat tersuntik.

Namun, Dinkes pantang mundur dan siap melakukan sapu bersih!

“Kami akan mengintensifkan pelaksanaan ke depan agar seluruh tenaga kesehatan yang menjadi sasaran bisa mendapatkan vaksin,” tekadnya.Masyarakat Umum dan RS Swasta Harap Bersabar

Lantas, kapan giliran nakes Puskesmas, rumah sakit swasta, atau bahkan masyarakat umum? Pihak Dinkes meminta semuanya untuk bersabar. Saat ini, prioritas utama baru menyasar nakes di RS pemerintah, sembari menunggu instruksi resmi dari Kementerian Kesehatan.

Selain itu, keterbatasan stok vaksin memaksa pemerintah untuk mengutamakan kelompok dengan risiko penularan paling tinggi. Apalagi, belakangan ini ditemukan adanya kasus campak berat hingga berujung kefatalan di lingkungan rumah sakit!

0 Komentar