RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Peringatan Hari Tari Dunia di Kabupaten Kendal tahun ini benar-benar pecah dan super meriah! Tak main-main, Istri Wakil Bupati Kendal, Niken Larasati, tak ragu untuk turun gunung langsung memimpin aksi tarian massal bersama ratusan pelajar dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tumpah ruah di Alun-alun Kendal, Rabu (29/4/2026).
Membawa properti kipas di tangan, ratusan peserta ini tampak kompak dan luwes membawakan Tari Kendal Beribadat. Kehadiran sosok Niken di tengah-tengah lautan penari sontak memantik antusiasme warga sekaligus mengirimkan pesan kuat tentang kebersamaan lintas generasi.
Niken Larasati membeberkan bahwa pemilihan Tari Kendal Beribadat di momen ini bukan tanpa alasan. Tarian ini sarat akan filosofi yang mewakili jati diri masyarakat Kendal.
Baca Juga:Resmi Purnatugas! Wali Kota Pekalongan Serahkan SK Pensiun 21 PNS Termasuk 2 Pejabat Eselon IIKrisis Regenerasi, Batik Rifa'iyah Batang Dituntut Inovasi Bikin Produk Harga Terjangkau
“Tarian ini merepresentasikan Kendal sebagai kota santri. Kipas menjadi simbol untuk meredam berbagai isu negatif, baik di daerah maupun nasional,” tegas Niken menjelaskan makna di balik properti kipas tersebut.
Runtuhkan Sekat, Wujud Kerukunan Pemimpin dan Rakyat!
Bagi Niken, peringatan Hari Tari Dunia bukan sekadar ajang unjuk kebolehan seni, melainkan momentum emas untuk merapatkan barisan dan mempererat persatuan seluruh elemen masyarakat untuk membangun daerah.
“Dengan menari, kita bergandeng tangan membangun Kabupaten Kendal. Ini simbol kerukunan antara pemimpin dan masyarakat Kendal,” tambahnya, membuktikan bahwa tidak ada sekat pemisah antara pemerintah, seniman, dan warga biasa.Energi positif dan antusiasme luar biasa juga diutarakan oleh para pelajar yang ikut bergoyang. Olivia, siswi SDN 2 Sukodono, mengaku sangat gembira bisa menjadi bagian dari sejarah tarian massal ini.
“Saya sangat bangga dan senang bisa ikut,” ungkapnya antusias.Hal senada juga dilontarkan oleh Lita Trya Rahma Putri, siswi SMAN 2 Kendal. Menurutnya, perayaan tahun ini terasa jauh lebih spektakuler lantaran digelar serentak di berbagai titik strategis, mulai dari Pasar Bugangin, lapangan-lapangan sekolah, hingga puncaknya di Alun-alun Kendal.
“Semangatnya luar biasa. Harapannya, Hari Tari Dunia bisa terus mempererat persatuan melalui keberagaman budaya,” kata Lita bangga.Perayaan meriah ini sekaligus menjadi bukti sahih komitmen kuat Kabupaten Kendal dalam merawat dan melestarikan seni tari sebagai warisan budaya leluhur yang terus berdetak di tengah denyut nadi warganya! (fur)
