RADARPEKALONGAN.ID, Kendal — Pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Kendal yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 19 dilaporkan berjalan lancar dan tertib. Kendati demikian, dari total 351 jemaah yang kembali ke Tanah Air, lima jemaah terpaksa dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans dan satu orang dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah di Makkah.
Koordinator Lapangan Kelompok Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten Kendal Tahun 2026, Jamal Ahdhi, mengonfirmasi kabar duka mengenai satu jemaah yang berpulang di Tanah Suci tersebut. Jemaah tersebut merupakan anggota KBIHU Arrahmah Kendal yang berdomisili di Kalices, Kecamatan Patean.
“Untuk Kloter 19 terdapat satu jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci. Almarhum merupakan jemaah dari KBIHU Arrahmah Kendal yang berasal dari Kalices, Patean,” ujar Jamal Ahdhi saat memberikan keterangan resmi, Rabu, 10 Juni 2026.
Baca Juga:Sambut Kepulangan Jemaah Haji, Plt Bupati Pekalongan Sukirman Instruksikan Pemantauan KesehatanRespons Cepat Laporan Warga, Polsek Sragi Pekalongan Bantu Pria Disabilitas Wicara yang Tersesat Jalan
Jamal memaparkan, dari total manifes Kloter 19 yang mendarat, sebanyak 346 jemaah dipulangkan ke daerah asal menggunakan armada bus pariwisata. Sementara itu, lima jemaah lainnya harus langsung dijemput oleh tim medis di pelataran kedatangan guna mendapatkan perawatan intensif lanjutan di rumah sakit terdekat.
Menurut otoritas penyelenggara, rujukan medis darurat menggunakan ambulans ini hampir selalu terjadi pada setiap kloter kepulangan jemaah haji Indonesia. Mayoritas dari mereka yang membutuhkan penanganan khusus merupakan jemaah lanjut usia (lansia) atau memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid).
“Setiap kloter hampir ada satu atau dua jemaah yang dijemput ambulans karena faktor usia lanjut. Ada pula yang sempat menjalani operasi di Makkah sehingga tidak memungkinkan pulang bersama rombongan menggunakan bus,” kata Jamal menegaskan.
Pihak panitia memastikan seluruh jemaah Kendal yang sebelumnya sempat menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan Arab Saudi kini telah dievakuasi pulang ke Indonesia. Hanya saja, beberapa di antaranya membutuhkan fasilitas transportasi medis khusus karena kondisi fisiknya belum pulih seutuhnya.
Meski sempat dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem di Timur Tengah yang suhunya menembus angka 47 derajat Celsius, Jamal mengklaim mayoritas jemaah Kendal tetap mampu menyelesaikan rukun haji dengan optimal. Secara umum, pelayanan logistik, akomodasi, hingga transportasi dinilai memuaskan oleh para jemaah.
