Apresiasi senada dituturkan oleh Hariyanti, jemaah haji asal Desa Pojoksari, Kecamatan Rowosari. Perempuan ini mengaku bersyukur bisa menginjakkan kaki kembali di Indonesia setelah mengantre belasan tahun.
“Alhamdulillah, saya mendaftar tahun 2012 dan baru berangkat tahun 2026. Penantiannya memang panjang, tetapi semuanya terbayar dengan pengalaman ibadah yang sangat berkesan,” tutur Hariyanti.
Hariyanti menambahkan, kesigapan petugas haji dan tim medis dalam membagikan obat-obatan sangat membantu para jemaah lansia dalam mengatasi serangan batuk dan flu akibat sengatan cuaca panas selama berada di Madinah maupun Makkah. (fur)
