Imbas Efisiensi Anggaran Pusat, Kapasitas TPST Sentul Batang Dipangkas Jadi 50 Ton

Imbas Efisiensi Anggaran Pusat, Kapasitas TPST Sentul Batang Dipangkas Jadi 50 Ton
NOVIA ROCHMAWATI TINJAU LOKASI – Sejumlah ASN Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang meninjau lahan rencana pembangunan TPST Sentul di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Rencana pembangunan infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terpaksa harus menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Akibat kebijakan tersebut, proyek yang digadang-gadang menjadi solusi krisis sampah ini mengalami pemangkasan kapasitas yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Rusmanto, mengonfirmasi bahwa penyesuaian dana tersebut berdampak langsung pada kemampuan operasional pengolahan sampah di TPST.

“Awalnya dirancang mampu mengolah 100 ton sampah per hari, namun setelah efisiensi anggaran, kapasitasnya menjadi sekitar 50 ton per hari,” urai Rusmanto saat ditemui di kantornya, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga:Keterbatasan Akses SMA Negeri Picu 2.000 Anak di Kabupaten Pekalongan Tidak SekolahModus Licik Tukar Emas Palsu Pakai Surat Asli di Kendal Terbongkar, 2 Pelaku Diringkus Polisi

Rusmanto menjelaskan, alokasi dana proyek yang semula diproyeksikan menyentuh angka Rp 120 miliar kini dirasionalisasi menjadi sekitar Rp 59 miliar. Keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian koordinasi dengan kementerian terkait.

Kendati mengalami pemotongan anggaran secara masif, ia memastikan bahwa proses pembangunan tetap berjalan sesuai dengan garis waktu yang telah direncanakan. Saat ini, proyek TPST Sentul telah memasuki tahap lelang di tingkat kementerian.

“Insyaallah bulan Mei ini sudah masuk proses tender. Saat ini juga sedang dilakukan pengujian kekuatan tanah sebagai bagian dari persiapan,” jelasnya.

Cakupan Layanan Menyusut

Lebih jauh, Rusmanto membeberkan bahwa penurunan kapasitas produksi ini otomatis mempersempit jangkauan wilayah layanan TPST Sentul.

Berdasarkan desain awal, fasilitas ini diproyeksikan mampu menampung sampah dari delapan kecamatan di wilayah timur Batang, mulai dari Gringsing, Banyuputih, hingga Limpung. Namun, dengan kondisi anggaran saat ini, cakupannya menyusut drastis menjadi hanya tiga hingga empat kecamatan.

“Dengan kapasitas 50 ton per hari, kemungkinan hanya bisa melayani beberapa kecamatan di wilayah timur,” tambahnya.

Menyikapi keterbatasan kapasitas daya tampung tersebut, Pemkab Batang menyiasatinya dengan mengoptimalkan mitigasi mandiri dari tingkat terbawah. Pihaknya akan memperkuat edukasi dan peran aktif masyarakat dalam mengelola sampah.

Baca Juga:Peringati Hari Tari Dunia ke-44, Penari Pekalongan Gelar Maraton 10 Jam Menari NonstopJelang Idul Adha 2026, Harga Hewan Kurban Kambing di Pekalongan Mulai Merangkak Naik

“Kami dorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai upaya mengurangi beban pengolahan di TPST,” tegas Rusmanto.

Dengan dimulainya proses tender pada bulan Mei ini, pembangunan TPST Sentul diharapkan dapat segera dieksekusi. Keberadaan fasilitas pengolahan sampah regional ini tetap menjadi tumpuan harapan untuk mengurai persoalan lingkungan di kawasan perbatasan Batang-Kendal, meski beroperasi dengan daya tampung yang lebih terbatas. (nov)

0 Komentar