Berbobot 1,1 Ton, Sapi Simental "Gemoy" Asal Kendal Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto

Berbobot 1,1 Ton, Sapi Simental \"Gemoy\" Asal Kendal Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto
ABDUL GHOFUR SAPI PRESIDEN - Sigemoy dengan berat 1,1 ton akan dijadikan hewan kurban di Kendal setelah dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto dengan harga 122 juta, Rabu (20/5/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kepastian mengenai asal-usul hewan kurban yang dibeli Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Jawa Tengah untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi akhirnya terkonfirmasi. Seekor sapi jenis simental berbobot 1,1 ton bernama “Gemoy” milik peternak asal Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, resmi terpilih menjadi sapi kurban bantuan kemasyarakatan presiden.

Hewan ternak jumbo tersebut ditebus dengan nilai yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp122 juta.

Pemilik sapi, Nur Khozin, mengungkapkan bahwa sapi simental tersebut telah dirawatnya sejak kecil hingga kini menginjak usia empat tahun. Di antara sekian banyak hewan ternak di kandangnya, “Gemoy” menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang paling masif dan di luar rata-rata.

Baca Juga:Geger Penyebaran HIV/AIDS Pekalongan Siaga Satu, Wali Kota Aaf Buka Suara Soal Rapat Viral di KarimunjawaTekan Fatalitas Kecelakaan Pantura, Satlantas Batang Giring Truk Sumbu 3 Masuk Lewat Gerbang Tol Kandeman

“Dibeli sama Pak Prabowo dengan harga Rp122 juta,” ujar Nur Khozin saat memberikan konfirmasi terkait transaksi tersebut.

Nur Khozin menjelaskan, rata-rata sapi potong reguler miliknya hanya mampu mencapai bobot berkisar antara 400 hingga 600 kilogram. Namun, “Gemoy” menunjukkan deviasi pertumbuhan yang signifikan sejak menginjak usia dua tahun hingga akhirnya sukses menembus berat di atas satu ton.

Lantaran perkembangannya yang menonjol, pihak pengelola peternakan menerapkan standardisasi perawatan khusus. Berbeda dengan sapi lain yang hanya dimandikan beberapa kali dalam sepekan, “Gemoy” mendapatkan perawatan sanitasi harian sebanyak dua kali, yakni setiap pagi dan sore hari.

Komposisi pakan juga dikontrol secara ketat melalui penyortiran vegetasi rumput hijau berkualitas, disertai pemberian suplemen vitamin dan asupan herbal tradisional.

“Makannya juga kami perhatikan. Selain rumputnya kami cari sendiri, kami juga memberinya vitamin dan rempah-rempah supaya tidak sakit,” kata Nur Khozin menambahkan.Melalui Proses Penyelidikan dan Seleksi Ketat

Terpilihnya sapi asal Margosari ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pengawasan klinis dan verifikasi faktual oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Ragajati, menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan hewan kurban kepresidenan ini mengacu pada standardisasi ketat yang ditetapkan oleh Sekretariat Presiden (Setpres). Pihaknya sengaja membentuk tim penasihat teknis guna menyisir potensi peternak lokal di Kendal.

0 Komentar