“Perjalanan pertandingan, terutama di partai final, sangat menarik. Kedua tim tampil berimbang sehingga memang pantas bertemu di final. Drama yang tersaji di laga puncak membuat pertandingan semakin seru dan menghibur penonton,” kata Wachid merinci.
Kejuaraan sepak bola ini memperebutkan draf total stimulus finansial sebesar Rp70 juta. Klub Garuda Muda Taman Gede selaku juara pertama berhak membawa pulang dana pembinaan senilai Rp40 juta. Sementara Persit Triharjo sebagai posisi kedua mengamankan Rp20 juta, dan peringkat ketiga berhak atas draf insentif Rp5 juta.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang hadir langsung di tribun kehormatan melayangkan rekognisi atas jalannya turnamen yang dinilai andal dalam aspek manajemen risiko. Ia menegaskan, kompetisi sepak bola antarkampung (tarkam) memegang peran makro sebagai instrumen pencarian bakat dini serta pembinaan atlet usia muda dari wilayah pedesaan.
Baca Juga:Pakai Belati, Dua Pelaku Begal di Embung PT Zanzibar Ditangkap Polres Kendal, Satu Orang ResidivisTelusuri Sejarah Kadipaten, Peneliti UGM Gali Data Otentik Hari Jadi Kabupaten Batang Melalui Trah Adipati
Di sisi lain, Kepala Desa Kebonagung, Widodo, mengungkapkan draf historis bahwa turnamen Putra Agung kembali diaktifkan pasca-mengalami vakum operasional selama hampir dua dekade. Otoritas desa memproyeksikan draf kompetisi ini menjadi titik balik kebangkitan gairah sepak bola prestasi di tingkat basis pada tahun-tahun mendatang. (fur)
