Telusuri Sejarah Kadipaten, Peneliti UGM Gali Data Otentik Hari Jadi Kabupaten Batang Melalui Trah Adipati

Telusuri Sejarah Kadipaten, Peneliti UGM Gali Data Otentik Hari Jadi Kabupaten Batang Melalui Trah Adipati
M. DHIA THUFAIL TELUSURI BUKTI - Sejumlah peneliti menelusuri bukti-bukti sejarah terkait tahun kelahiran Kadipaten/Kabupaten Batang era Mataram Islam saat melakukan penggalian data di kawasan Jalan Garuda, Dracik, Kabupaten Batang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Upaya merekonstruksi draf sejarah awal berdirinya Kabupaten Batang pada peta kronologi era Mataram Islam memasuki babak baru. Tim peneliti akademis yang dipimpin oleh sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Margana, mengintensifkan penelusuran draf dokumen primer guna melacak asal-usul otentik dan kepastian tahun berdirinya wilayah kadipaten tersebut.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui kunjungan dinas ke kediaman R. Widi Permana, yang merupakan keturunan langsung dari generasi pertama Trah Adipati Batang, Kanjeng Pangeran Soerodiningrat atau yang secara kultural dikenal sebagai Mbah Kyai Sedo Rawuh. Proses draf pencarian bukti fisik ini dilangsungkan di kawasan Jalan Garuda, Dracik, Kabupaten Batang, Minggu (31/5/2026).

Sri Margana memaparkan bahwa verifikasi lapangan ini sangat krusial untuk memperkuat draf basis data silsilah yang tengah dikumpulkan dari berbagai sumber sejarah sekunder.

Baca Juga:Hadiri Tirto Night Festival Pekalongan, Wakil Wali Kota Balgis Diab Apresiasi Semarak Takbir KelilingKisah Inspiratif Sayuti Melik, Penjaga Sekolah Cetak Atlet Voli Berprestasi SMPN 1 Karanganyar Pekalongan

“Beliau masih termasuk Trah Adipati Batang, Kanjeng Pangeran Soerodiningrat yang memerintah pada era Paku Buwono I di Keraton Mataram Islam. Di sini kami menemukan sejumlah bukti berupa foto keluarga dan arsip silsilah yang masih tersimpan dengan baik,” ujar Sri Margana.

Dokumentasi Dekade 1920-an dan Sandingan Data Kolonial

Meskipun sejumlah draf dokumentasi foto keluarga bangsawan yang ditemukan tidak mencantumkan angka tahun secara tekstual, tim peneliti UGM tetap melakukan proses pengarsipan digital secara menyeluruh. Foto-foto tersebut dianalisis memiliki nilai historis tinggi karena merepresentasikan draf struktur sosiologis kehidupan masyarakat feodal Batang yang diperkirakan berasal dari dekade 1920-an.

Otoritas akademik mengapresiasi langkah perlindungan dokumen peninggalan leluhur yang dilakukan oleh pihak keluarga. Seluruh draf visual dan catatan silsilah ini nantinya akan dikonfrontasikan dengan draf data sekunder yang telah dihimpun dari sumber eksternal.

“Data dan foto-foto ini akan kami sandingkan dengan sumber lain yang telah kami peroleh. Tidak menutup kemungkinan kami akan kembali datang untuk menggali data yang lebih spesifik agar penelitian ini semakin lengkap dan mampu memberikan titik terang terkait sejarah Kabupaten Batang,” kata Sri Margana menegaskan orientasi metodologinya.

0 Komentar