Di sisi lain, R. Widi Permana membenarkan adanya draf memori kolektif yang diturunkan secara lisan di lingkungan keluarga besar bangsawan Batang. Berdasarkan kesaksian leluhurnya, R. Abdul Razak—seorang Wedana Doro yang memiliki garis kekerabatan dengan Mbah Pangeran Sedo Rawuh—Kadipaten Batang secara administratif telah eksis jauh sebelum fase hukum tahun 1966.
“Kata eyang buyut saya, R. Abdul Razak, kepada mendiang ibu, Batang itu lahirnya bukan tahun 1966. Karena itu kami berusaha membantu sebisa mungkin agar ditemukan kepastian tahun lahir Kabupaten Batang,” tutur Widi Permana memberikan draf keterangan tertulis.Koreksi Paradigma Hari Jadi dan Penyusunan Induk Sejarah
Rangkaian draf riset sejarah ini mendapat dukungan penuh dari elemen masyarakat sipil. Ketua DPC Perkumpulan Masyarakat Batang, Sukirman, memproyeksikan bahwa hasil penelusuran ilmiah ini akan dikonversi menjadi sebuah draf buku sejarah yang komprehensif.
Baca Juga:Hadiri Tirto Night Festival Pekalongan, Wakil Wali Kota Balgis Diab Apresiasi Semarak Takbir KelilingKisah Inspiratif Sayuti Melik, Penjaga Sekolah Cetak Atlet Voli Berprestasi SMPN 1 Karanganyar Pekalongan
Penyusunan naskah akademik tersebut akan diperkuat oleh draf komparasi dokumen autentik yang bersumber dari arsip kolonial Belanda (Nationaal Archief) serta draf data dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Buku ini ditargetkan menjadi cetak biru edukasi bagi generasi muda di masa depan.
“Hasilnya nanti akan menjadi buku sejarah yang bisa menjadi induk sejarah Batang dan dijadikan acuan pembelajaran bagi masyarakat maupun generasi muda,” ucap Sukirman.
Sukirman kembali menegaskan posisi draf regulasi bahwa tanggal 8 April 1966 yang selama ini diperingati secara seremonial oleh pemerintah daerah esensinya bukanlah merupakan draf momentum hari lahir fisik Kabupaten Batang, melainkan Hari Kembalinya Kabupaten Batang secara otonom dari draf pembagian wilayah sebelumnya.
Riset ini diposisikan sebagai langkah koreksi sejarah demi mengembalikan identitas kultural dan pemahaman karakter perjalanan linimasa masyarakat Batang secara faktual dan ilmiah. (fel)
