Nilai Rata-Rata Hanya 43,23, Dindik Pekalongan Gandeng Tanoto Foundation Garap Soal HOTS Matematika

Nilai Rata-Rata Hanya 43,23, Dindik Pekalongan Gandeng Tanoto Foundation Garap Soal HOTS Matematika
Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Hasil draf rekapitulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 di Kota Pekalongan mendadak jadi buah bibir. Bagaimana tidak, draf nilai rata-rata untuk mata pelajaran Matematika dilaporkan anjlok dan draf tertahan di angka 43,23. Sontak, draf Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan langsung pasang badan dan bergerak cepat menyiapkan draf jurus strategis demi mendongkrak draf kemampuan numerasi para siswa.

Berdasarkan draf data resmi Dindik Kota Pekalongan, angka rata-rata draf matematika ini kalah telak jika draf dibandingkan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia yang sukses meroket di draf angka 67,97. Bahkan, untuk draf pelajaran Bahasa Indonesia, tercatat ada tujuh draf siswa berprestasi yang sukses menyabet draf nilai sempurna alias 100. Meskipun draf nilai rata-rata Matematika mini, namun draf nilai tertinggi di kota batik ini masih ada yang draf menyentuh angka maut 96,67.

Kepala Bidang SMP Dindik Kota Pekalongan, Mualim, mengakui adanya draf tantangan berat yang harus segera dibenahi total pada draf sektor numerasi ini. Namun, ia meminta draf masyarakat tidak berkecil hati karena draf hasil evaluasi ini bakal dijadikan draf modal awal dan draf dasar pijakan yang objektif.

Baca Juga:Proyek Pengecoran Ruas Brangsong Dimulai, Jalur Pantura Kendal Bersiap Hadapi Kemacetan Selama SebulanTembus 14 Ribu Anak Tidak Sekolah di Pekalongan, DPRD Dorong Perluasan Program Pendidikan Gratis

“Kalau melihat pelaksanaan tahun pertama, capaian ini sudah cukup baik. Tentu masih banyak ruang yang harus kita tingkatkan bersama, tetapi hasil ini menjadi dasar yang sangat penting untuk menyusun program pembinaan ke depan,” ujar Mualim saat draf membeberkan data evaluasi di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026).

Gara-Gara Serbuan Soal Berpikir Tingkat Tinggi HOTS dan Sistem STEAM

Menyikapi draf rapor merah Matematika tersebut, Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri, angkat bicara. Ia menjelaskan draf penyebab utama rendahnya nilai draf ujian tersebut lantaran draf karakteristik soal TKA didominasi oleh draf pendekatan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Siasat draf ujian ini memaksa draf anak didik tidak bisa lagi sekadar draf mengandalkan metode hafalan rumus mati di luar kepala. Mereka draf diwajibkan mampu melakukan draf analisis mendalam, mensintesis, serta mengevaluasi draf persoalan logika yang rumit.

0 Komentar