PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Sebanyak 160 pendidik anak usia dini se-Kabupaten Pekalongan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang mengangkat dua isu strategis sekaligus: Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Kegiatan yang digelar dengan tema besar “Guru Hebat, Sekolah Aman, Anak Siap Masa Depan” ini menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat kompetensi pedagogik sekaligus kecakapan digital.
Kehadiran ratusan peserta menunjukkan kesadaran kolektif bahwa kualitas pendidikan anak usia dini tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari bagaimana pendidik mampu menciptakan lingkungan yang protektif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Guru PAUD kini dituntut menjadi sosok multidimensi: pendidik, pelindung, pembimbing, sekaligus teladan karakter bagi anak didik.
Baca Juga:Artis I Love RCTI Ketagihan Sate Bumbon dan Kopi Liberika Khas Kendal8 Pekerja di KIK Somasi PT Auri Steel Soal PHK Sepihak dan Upah Tertahan
Ketua panitia, Siti Chotijah, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa suasana belajar yang aman dan menyenangkan merupakan prasyarat mutlak bagi tumbuh kembang anak secara holistik. Ia mengingatkan bahwa rasa percaya diri dan akhlak mulia tidak akan terbentuk jika anak berada dalam lingkungan yang penuh tekanan atau ketidakpastian.
“Ketika sekolah menjadi tempat yang aman dan menyenangkan, anak-anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Siti Chotijah di sela-sela pembukaan acara yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Jumat (7/8/2026).
Ia juga berharap para peserta tidak sekadar hadir secara fisik, tetapi benar-benar menyerap materi dan mengaktualisasikannya dalam keseharian mengajar. Diskusi interaktif dan praktik langsung menjadi metode utama dalam bimtek ini agar ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan menjadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar bersama. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh hendaknya dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing sehingga semakin banyak anak yang merasakan manfaat dari lingkungan belajar yang aman, ramah, dan menyenangkan,” tambahnya.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga menyelaraskan semangat pengabdian para guru dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh para ulama dan tokoh pendidikan. Mendidik generasi muda dipandang sebagai bagian dari ibadah dan dedikasi mendalam kepada agama, bangsa, serta kemanusiaan.
