RADARPEKALONGAN.ID, Pekalongan — Sebanyak 53 anggota Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan Kota menjalani skrining Tuberkulosis (TBC) paru dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Wicaksana Laghawa, Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyiapkan para personel kepolisian sebagai pelacak (tracer) kasus TBC di tengah masyarakat.
Operasi kesehatan ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Polres Pekalongan Kota, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, RSUD Bendan, dan Puskesmas Dukuh. Sinergi lintas instansi ini dilakukan guna mendukung percepatan penanggulangan dan pemutusan rantai penularan TBC di Kota Pekalongan.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi fisik personel sebelum diterjunkan ke lapangan. Program ini menginduk pada gerakan regional yang dicanangkan kepolisian daerah.
Baca Juga:Antisipasi Gangster dan Balap Liar, Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala BesarResmi Terima SK! Bupati Tika Lantik 569 PNS Baru Kendal dan Beri Peringatan Keras Soal Janji Moral
“Kami melaksanakan kegiatan skrining TBC kepada seluruh anggota Bhabinkamtibmas dalam rangka mendukung program Kapolda Jawa Tengah Peduli Berantas TB Paru dengan slogan TOSS, yaitu Temukan, Obati Sampai Sembuh,” ujar Riki Yariandi, Kamis.
Nantinya, para Bhabinkamtibmas akan turun langsung ke wilayah binaan masing-masing bersama tenaga medis. Tugas mereka meliputi edukasi pencegahan, pendampingan pasien, hingga monitoring berkala terhadap temuan kasus TBC di lingkungan warga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Pekalongan, dr. Dita Rasnasuri, MKM, menambahkan bahwa program ini merupakan pengejawantahan kerja sama antara Polda Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Tim medis menerapkan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keandalan fisik para personel.
Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi pengukuran tekanan darah, cek kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida. Selain itu, dilakukan pula skrining HIV dan sifilis dalam rangka Program Triple Eliminasi, hingga foto toraks menggunakan fasilitas X-Ray Portable dari RSUD Bendan.
“Setelah mengikuti skrining kesehatan, para Bhabinkamtibmas akan berkolaborasi dengan petugas kesehatan melakukan kunjungan ke masyarakat sebagai tracer TBC. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus, mencegah penularan, sekaligus menurunkan angka kematian akibat TBC,” kata Dita menjelaskan.
Jalannya skrining ini turut dipantau dan diasistensi langsung oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah yang dihadiri oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Semarang, Kombes Pol dr. Yudi Prasetyo, Sp.P.
