“Kerusakan yang terjadi cukup parah. Kami berharap ada penanganan dan dukungan segera agar kegiatan belajar mengajar siswa tidak terganggu,” kata Jamaludin menegaskan.
Berdasarkan penyelidikan awal, api diduga kuat pertama kali muncul dari tumpukan kayu bekas meja dan kursi rusak yang berada di sekitar bangunan. Warga sekitar menambahkan, ruangan yang menjadi titik awal kebakaran tersebut sebenarnya tidak memiliki instalasi aliran listrik aktif, dan saat pertama kali terlihat, api sudah berkobar di bagian atap.
Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab mutlak dari peristiwa kebakaran tersebut. (fur)
