RADARPEKALONGAN.ID, Pekalongan — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menghadiri agenda pengajian umum dan tasyakuran peresmian renovasi Masjid Jamiul Huda di Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Momentum keagamaan ini turut dihadiri oleh penceramah kondang Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) dan Syukri Maulana.
Proyek renovasi rumah ibadah ini tercatat memakan waktu pengerjaan sekitar lima tahun sejak 2021 secara swadaya oleh masyarakat. Estimasi total belanja konstruksi rumah ibadah tersebut dilaporkan menyedot dana hingga Rp4,5 miliar.
Dalam pidato sambutannya, Sukirman mengapresiasi tingginya budaya gotong royong warga dalam mendirikan fasilitas publik religius tersebut. Namun, selain menyinggung fungsi masjid sebagai pusat syiar, politikus ini memanfaatkan forum untuk memaparkan garis kebijakan fiskal pemerintah daerah yang sedang berjalan.
Baca Juga:Genjot Prestasi Dikti, Fakultas Ekonomi USM Gelar Pelatihan Penyusunan Proposal PKM Berbasis Smart AICetak Calon Juara, Juara Dunia Aries Susanti Rahayu Gembleng Atlet Panjat Tebing Muda di Kendal
Sukirman mengungkapkan, jajaran eksekutif telah melakukan restrukturisasi anggaran secara ekstrem. Salah satu kebijakan taktis yang diambil adalah membatalkan rencana pembangunan gedung baru DPRD Kabupaten Pekalongan demi menyelamatkan pos anggaran pemeliharaan jalan publik.
“Duit yang semula direncanakan untuk pembangunan gedung DPRD kita alihkan untuk pembangunan jalan. Ini bentuk komitmen kami agar akses masyarakat menjadi lebih baik, aman, dan nyaman,” ujar Sukirman menegaskan komitmennya, Kamis, 11 Juni 2026.
Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan dan aduan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur jalur darat di sejumlah titik krusial. Beberapa koridor yang mendesak untuk segera diperbaiki di antaranya tersebar di wilayah Kecamatan Karangdadap, Tirto, hingga Kandangserang.
Otoritas menargetkan skema pemulihan jalan rusak ini akan dieksekusi secara bertahap mulai tahun anggaran 2026 berjalan. Sukirman memproyeksikan puncak restorasi jalur transportasi masal ini akan digenjot penuh pada tahun anggaran 2027 mendatang.
“Pemerintah menargetkan perbaikan bertahap mulai 2026, dengan fokus besar pada tahun 2026 dan 2027 yang dicanangkan sebagai ‘Tahun Infrastruktur’ Kabupaten Pekalongan,” katanya menambahkan arah kebijakan makro daerah.
Di samping urusan konektivitas wilayah, Sukirman mengklaim bahwa Pemkab Pekalongan sukses menorehkan raport hijau dalam intervensi penanganan stunting. Merujuk pada komparasi data Badan Pusat Statistik (BPS), efektivitas penurunan angka tengkes di Kabupaten Pekalongan diklaim masuk dalam jajaran terbaik di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
