“Ketika rekan-rekan memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan transparan, maka disitulah citra positif Polri sedang dibangun dengan kuat. Pelayanan publik yang prima tidak lahir hanya dari kecanggihan sistem, melainkan dari ketulusan hati dan integritas,” katanya menegaskan konsep Polri Presisi.
Kendati memberikan penghargaan, Kapolres Pekalongan memastikan institusinya tetap memberlakukan sistem punishment atau sanksi tegas tanpa pandang bulu bagi oknum anggota yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik.
Ia mewanti-wanti seluruh jajarannya agar menjauhi segala bentuk penyimpangan hukum di lapangan, termasuk praktik pungutan liar (pungli), pemerasan, hingga perilaku arogan yang dapat mencederai hati masyarakat serta merusak kredibilitas institusi kepolisian. (had)
