Minuman Manis dan Gaya Hidup Nongkrong, Gen Z di Batang Mulai Terancam Diabetes

Minuman Manis dan Gaya Hidup Nongkrong, Gen Z di Batang Mulai Terancam Diabetes
CEK KESEHATAN - Pelajar di SMAN 2 Batang saat melakukan Cek Kesehatan di sekolah.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan makanan cepat saji yang menjadi ciri khas gaya hidup Generasi Z mulai menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan tenaga kesehatan. Pola konsumsi tinggi gula yang beriringan dengan minimnya aktivitas fisik dinilai berpotensi memicu lonjakan Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama diabetes melitus dan hipertensi, yang kini mulai mengintai kalangan pelajar.

Fenomena ini terungkap dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan yang digelar di SMA Negeri 2 Batang, Jumat (19/6/2026). Sejumlah siswa mengakui bahwa budaya nongkrong di kafe atau kedai kopi telah menjadi rutinitas mingguan yang sulit dilepaskan.

Rafael, salah seorang siswa, mengaku sering menghabiskan waktu bersama teman-teman sambil menikmati kopi kekinian. “Nggak ngitung sih seminggu berapa kali ngopi, tapi kalau sebulan bisa sampai 20 kali buat ngumpul bareng teman,” ujarnya dengan jujur.

Baca Juga:Warung Sup Ayam Kandang Panjang Hangus, Ledakan Tabung Gas Gegerkan WargaKapolres Kendal Pimpin Evakuasi Siti Rokhanah dari Rumah Terendam Rob ke Hunian Baru

Berbeda dengan Rafael, Yuni memilih membatasi kebiasaan tersebut. Ia hanya nongkrong sekitar lima kali dalam sebulan karena mulai menyadari dampak buruk minuman manis bagi kesehatan. “Sempat ada rasa cemas juga. Makanya saya lebih banyak makan makanan rumah, terutama sayuran,” katanya.

Petugas kesehatan Puskesmas Batang 3, Andre Prasetyo, mengingatkan bahwa pola hidup remaja saat ini menjadi salah satu faktor risiko yang tidak boleh diabaikan. Kebiasaan ngemil manis dan asin, ditambah dengan perilaku malas gerak atau mager, dapat memicu munculnya penyakit tidak menular pada usia muda.

“Kebiasaan Gen Z sekarang suka ngemil manis dan asin. Kalau dibarengi kurang aktivitas fisik, itu bisa memicu diabetes maupun tekanan darah tinggi. Karena itu konsumsinya harus dikontrol,” jelas Andre.

Ia menambahkan, diabetes yang dahulu identik dengan usia dewasa kini mulai terdeteksi pada kelompok usia lebih muda. Perubahan pola makan dan ketergantungan pada makanan instan menjadi penyebab utama pergeseran tren penyakit ini.

Pembina Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 2 Batang, Ferawati, juga mengimbau pelajar untuk mulai membangun pola hidup sehat sejak dini. Selain mengurangi konsumsi gula berlebih, ia mengingatkan pentingnya menghindari kebiasaan begadang yang kerap menyertai aktivitas nongkrong.

0 Komentar