Sensus Ekonomi 2026 Jateng Resmi Dimulai, Plt Bupati Pekalongan Minta Masyarakat Terbuka dengan Petugas

Sensus Ekonomi 2026 Jateng Resmi Dimulai, Plt Bupati Pekalongan Minta Masyarakat Terbuka dengan Petugas
SENSUS - Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat menghadiri kegiatan Pencanangan dan Pengukuhan Petugas SE 2026 Tingkat Jateng.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mencanangkan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang. Pencanangan ini menjadi momentum penting bagi seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk memperkuat basis data perekonomian, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta berbagai aktivitas usaha masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa Kabupaten Pekalongan telah memulai proses pendataan sejak pekan lalu. Saat ini, petugas sensus tengah bergerak ke berbagai desa untuk melakukan pendataan secara menyeluruh.

“Pagi tadi kami melakukan konsolidasi sensus ekonomi bersama seluruh tim Jawa Tengah yang dipimpin langsung oleh Kepala BPS Pusat dan Pak Gubernur. Ini menjadi hal yang sangat positif untuk meningkatkan kualitas data perekonomian kita, khususnya jumlah UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif yang dilakukan oleh warga Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.

Baca Juga:Warung Sup Ayam Kandang Panjang Hangus, Ledakan Tabung Gas Gegerkan WargaKapolres Kendal Pimpin Evakuasi Siti Rokhanah dari Rumah Terendam Rob ke Hunian Baru

Ia mengimbau masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan data yang benar serta lengkap. Partisipasi aktif warga menjadi kunci utama agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil perekonomian daerah.

“Kami berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan menerima petugas sensus ini demi update data kita agar ekonomi kreatif yang Bapak Ibu lakukan terdaftar,” tambahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang tepat sasaran.

“Hari ini saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat, khususnya para bupati, wali kota, dan seluruh aparat yang hadir, berikan data semaksimal mungkin kepada teman-teman dari BPS karena data akan memberikan fakta,” tegas Ahmad Luthfi.

Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2026 mencapai 5,89 persen, di atas rata-rata nasional, sementara angka kemiskinan turun dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen. Capaian ini tidak akan terukur dengan baik tanpa data yang valid dari Sensus Ekonomi.

0 Komentar