“Ini bukan proyek jangka pendek. Kami ingin Rumah Livelihood ini menjadi institusi yang mengakar dan terus hidup di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga,” pungkas Arif.
Dengan diluncurkannya Rumah Livelihood “Brayan Urip”, Kota Pekalongan semakin menunjukkan komitmennya dalam membangun ketahanan ekonomi berbasis komunitas, sekaligus menjadi laboratorium bagi model pemberdayaan yang adaptif terhadap tantangan iklim dan sosial. (way)
