BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang tidak hanya fokus pada pembinaan keagamaan bagi para mualaf, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi mereka. Komitmen tersebut disampaikan Ketua MUI Kabupaten Batang KH Zainul Iroki dalam Halaqah MUI yang digelar di Aula Kantor Bupati Batang, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Zainul, keberadaan Rumah Mualaf menjadi salah satu bentuk perhatian serius MUI terhadap kelompok yang kerap menghadapi tantangan sosial dan ekonomi setelah memutuskan memeluk Islam. Pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada pengajaran dasar-dasar keislaman, tetapi juga mencakup pemberdayaan keterampilan untuk menunjang kehidupan mereka ke depan.
“Mualaf merupakan salah satu golongan yang berhak menerima zakat. Karena itu kami bersama Baznas melakukan pendampingan, baik dalam pembinaan aqidah maupun pemberdayaan ekonomi,” katanya.
Baca Juga:Wabup Benny Tegaskan Stop Tambang di Tunggulsari, Ribuan Warga dan Mahasiswa Serbu DPRD KendalJasad Pemuda Tersangkut Jaring Ditemukan, Kronologi Tenggelam di Sungai Bodri Berawal dari Rokok Jatuh
Zainul mengungkapkan, tidak sedikit mualaf yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan bahkan kehilangan dukungan dari komunitas lamanya setelah berpindah keyakinan. Kondisi tersebut membuat mereka rentan secara mental dan sosial, sehingga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan.
“Sering kali para mualaf menghadapi tekanan sosial atau dijauhi lingkungan lamanya. Karena itu mereka perlu didampingi agar tetap kuat secara mental dan istiqamah dalam menjaga aqidahnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Komisi Dakwah MUI Jawa Tengah sekaligus Ketua Mualaf Center Jawa Tengah KH Anasom menegaskan bahwa pendampingan mualaf menjadi salah satu program prioritas yang terus diperkuat MUI di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Batang.
Menurutnya, para mualaf memerlukan ruang untuk belajar, berdiskusi, dan memperoleh pendampingan secara berkelanjutan agar proses adaptasi berjalan lebih baik.
“Melalui Mualaf Center, kami berupaya mendampingi mereka, mengajak berdiskusi dan memberikan penguatan agar semakin mantap dalam menjalankan ajaran Islam,” terangnya.
Selain pembinaan keagamaan, MUI juga bersinergi dengan Baznas untuk membantu kebutuhan ekonomi para mualaf melalui program penyaluran zakat dan pemberdayaan. Langkah tersebut dinilai penting agar para mualaf tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi. (nov)
