Bahkan, Benny berjanji akan turun langsung ke Tunggulsari untuk menerima berita acara resmi hasil Musdes dan menindaklanjutinya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kewenangan dalam aspek perizinan.
Pernyataan paling tegas keluar di penghujung dialog. “Kami tegaskan, tidak ada lagi tambang di Tunggulsari. Yakinlah bahwa kami menjaga lingkungan bersama warga Tunggulsari,” ucap Benny yang langsung disambut tepuk tangan dan sorak gembira dari peserta aksi.
Menurut Benny, aktivitas pertambangan tidak akan berjalan jika kondisi sosial masyarakat tidak kondusif. Suara warga yang disampaikan melalui forum Musdes akan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan langkah berikutnya.
Baca Juga:Pedagang Kurangi Stok 30 Persen Imbas Harga Daging Sapi Naik Rp3.000 per KgPendaftaran SPMB SMP Kabupaten Pekalongan Diundur Sepekan, Validasi Piagam Diperketat Demi Transparansi
Setelah aksi di halaman kantor bupati, massa kemudian melakukan dialog dengan perwakilan warga, mahasiswa, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Wakil Bupati, serta unsur Forkopimda di Gedung Abdi Praja Setda Kendal.
Bagi warga Tunggulsari, pernyataan tegas Wakil Bupati menjadi angin segar setelah berbulan-bulan menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dari tambang. Namun, mereka menegaskan akan terus mengawal komitmen pemerintah hingga benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak pada keselamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat. (fur)
