Pemdes Gebanganom Wetan Gelar Rembug Stunting, Perkuat Strategi dengan Teknologi

Pemdes Gebanganom Wetan Gelar Rembug Stunting, Perkuat Strategi dengan Teknologi
ABDUL GHOFUR, EVALUASI - Rembug Stunting Desa Gebanganom Wetan menjadi forum evaluasi dan penyusunan strategi percepatan penurunan stunting, Senin (29/6/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Desa Gebanganom Wetan, Kecamatan Kangkung, terus memperkuat komitmen menekan angka stunting melalui Rembug Stunting yang digelar di Balai Desa Gebanganom Wetan, Senin (29/6/2026). Forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya sekaligus menyusun strategi penanganan stunting yang lebih efektif dan terukur pada tahun mendatang.

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Camat Kangkung, Romdon, Kepala Desa Gebanganom Wetan Abdul Mujib, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader kesehatan, pendamping desa, serta berbagai unsur kelembagaan desa yang memiliki peran strategis dalam penanganan stunting.

Dalam forum tersebut, peserta membahas secara mendalam capaian program yang telah berjalan, kendala yang ditemui di lapangan, hingga langkah-langkah perbaikan agar layanan kesehatan ibu dan anak semakin optimal. Berbagai masukan dari kader dan pendamping desa diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran sehingga upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan dan terintegrasi.

Baca Juga:Lomba Lari hingga Bazar UMKM Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Pekalongan KotaHarga Telur Anjlok di Kendal, Pemkab Gelar Pasar Murah Bantu Peternak dan Masyarakat

Mewakili Camat Kangkung, Romdon menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak yang didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi yang memadai.

“Teknologi bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan dalam pelayanan publik. Pendataan digital, pelaporan yang cepat, dan penyebaran informasi kesehatan yang akurat akan membuat program penurunan stunting semakin efektif dan tepat sasaran,” tegasnya di hadapan para peserta.

Kepala Desa Gebanganom Wetan, Abdul Mujib, menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus mendorong inovasi berbasis teknologi dalam pengelolaan program stunting. Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci untuk memastikan setiap intervensi yang dilakukan berbasis pada data yang valid dan mutakhir.

“Kami ingin setiap kebijakan didasarkan pada data yang valid. Pemanfaatan teknologi akan mempercepat koordinasi, meningkatkan akurasi informasi, serta memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Rembug Stunting ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Rembug Stunting oleh Kepala Desa Gebanganom Wetan bersama Ketua Rumah Desa Sehat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjalankan seluruh hasil kesepakatan yang telah dirumuskan secara kolektif.

0 Komentar