PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – SMP Wahid Hasyim Pekalongan terus berinovasi dalam membentuk karakter siswanya melalui berbagai program unggulan. Sekolah yang dikenal ramah anak ini berhasil memadukan pelestarian budaya lokal, pembiasaan religi, serta penguatan kemampuan non-akademis (soft skill) dalam lingkungan belajar yang asri dan nyaman.
Salah satu program unik yang diterapkan adalah pembiasaan berbahasa setiap hari Rabu. Melalui program One Day One Japanese, para siswa diajak mengenal bahasa asing sekaligus diwajibkan menggunakan bahasa Jawa krama inggil. Langkah ini diambil agar siswa tetap memegang teguh akar budaya Jawa di tengah derasnya arus modernisasi dan pengaruh global.
Selain fokus pada kebudayaan, tahun ini sekolah juga menggalakkan program Pembiasaan Agama Sehari-hari (PAS). Dalam implementasinya, seluruh siswa rutin melaksanakan ibadah harian di sekolah, mulai dari salat duha berjamaah hingga pengecekan berkala terhadap tadarus Al-Qur’an masing-masing anak. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini.
Baca Juga:Lomba Lari hingga Bazar UMKM Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Pekalongan KotaHarga Telur Anjlok di Kendal, Pemkab Gelar Pasar Murah Bantu Peternak dan Masyarakat
Kepala SMP Wahid Hasyim Pekalongan, Farro Durrotul Qorri’aina, M.Pd., menjelaskan bahwa keselarasan antara spiritual, budaya, dan kenyamanan siswa adalah kunci utama pendidikan di sekolahnya. Terlebih lagi, sekolah ini baru saja mengukir prestasi membanggakan di bidang lingkungan.
“Di SMP Wahid Hasyim Pekalongan, kami fokus pada pembentukan karakter utuh siswa. Setiap hari Rabu kami terapkan pembiasaan bahasa Jawa krama inggil melalui program One Day One Japanese. Tahun ini, kami juga memperkuat sisi religius lewat Pembiasaan Agama Sehari-hari (PAS) seperti salat duha dan pemantauan tadarus Al-Qur’an anak, di samping penajaman soft skill mereka,” ujar Farro Durrotul Qorri’aina.
“Kami berkomitmen penuh untuk terus mempertahankan identitas sebagai sekolah ramah anak. Ditambah lagi, kemarin kami baru saja mendapatkan penghargaan sebagai sekolah adiwiyata, yang membuktikan bahwa budaya luhur Jawa dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan di sini,” tambahnya dengan penuh kebanggaan.
Program One Day One Japanese yang memadukan bahasa asing dan bahasa Jawa krama inggil menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar bahasa baru, tetapi juga diajak untuk menghargai dan melestarikan bahasa ibu yang mulai tergerus zaman.
