KEK Industropolis Batang Tutup PRIMA 2026, Siapkan SDM Unggul Menuju Shenzhen Indonesia

KEK Industropolis Batang Tutup PRIMA 2026, Siapkan SDM Unggul Menuju Shenzhen Indonesia
DOK. ISTIMEWA, PENUTUPAN PROGRAM - Suasana penutupan Program PRIMA 2026 yang diinisiasi oleh KEK Industropolis Batang, Jumat (3/7/2026).
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) 2026 yang diinisiasi oleh KEK Industropolis Batang resmi ditutup pada Jumat (3/7/2026). Penutupan program ini kian meneguhkan ambisi kawasan ekonomi khusus tersebut dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap menghadapi tuntutan industri global yang semakin kompleks.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, mengatakan bahwa keberhasilan sebuah kawasan industri tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menggerakkan industri di dalamnya. Menurutnya, program PRIMA dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata industri sekaligus membangun kepercayaan investor terhadap ekosistem yang matang.

“Melalui program PRIMA ini, kami merumuskan kurikulum berbasis kebutuhan nyata industri, dipadukan dengan praktik kerja lapangan yang menyentuh langsung realita operasional. Langkah ini memberikan jaminan dan rasa percaya diri kepada tenant maupun calon investor global bahwa KEK Industropolis Batang adalah ekosistem investasi yang matang dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:Kepengurusan ALTI Kota Pekalongan Resmi Dikukuhkan, Siap Kembangkan Trail Run dan PariwisataPendamping PKH Kota Pekalongan Ditarget Graduasi 24 KPM Per Tahun, Dorong Kemandirian Ekonomi

Selama lima hari pelaksanaan, para peserta memperoleh pembekalan langsung dari praktisi sumber daya manusia (HR) perusahaan-perusahaan global yang telah beroperasi di KEK Industropolis Batang, di antaranya PT KCC Glass Indonesia, PT Wavin Manufacturing Indonesia, PT Unipack Plasindo, PT Yih Quan Footwear, PT Profinder Solusi Indonesia, hingga PT Ace Medical Products. Pembekalan ini memberikan wawasan mendalam tentang standar operasional dan budaya kerja industri kelas dunia.

Peserta juga diajak melihat langsung proses produksi melalui kunjungan industri ke PT Unipack Plasindo, PT Trax Sumbiri, dan PT Wavin Manufacturing Indonesia. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai budaya kerja, keselamatan operasional, serta standar kualitas yang diterapkan di industri modern.

Program PRIMA 2026 mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Batang. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, menilai program tersebut menjadi bukti bahwa KEK Industropolis Batang tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga menyiapkan generasi muda agar mampu menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi daerah.

“Pemerintah Kabupaten Batang sangat bangga dan mendukung penuh program PRIMA ini. KEK Industropolis Batang tidak hanya membangun pabrik dan infrastruktur, tetapi secara nyata ikut membangun manusia. Setara pekerja global, masyarakat Batang tidak lagi menjadi penonton, melainkan motor penggerak utama industri,” katanya.

0 Komentar