BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Di tengah maraknya hiburan digital yang semakin mudah diakses anak-anak, Perpustakaan Kabupaten Batang mencoba mempertahankan perannya sebagai ruang belajar alternatif. Saat sebagian pelajar menghabiskan waktu libur dengan gawai dan hiburan daring, ratusan pengunjung justru memilih datang untuk membaca, meminjam buku, hingga mengikuti aktivitas edukatif.
Selama masa libur sekolah, aktivitas di Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang tetap berjalan. Setiap hari, pengunjung dari berbagai kalangan datang memanfaatkan fasilitas yang tersedia, mulai dari koleksi buku, ruang baca, hingga area bermain edukatif untuk anak. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa minat baca masih memiliki ruang di tengah tantangan rendahnya budaya literasi masyarakat.
Salah satunya dilakukan Eni, warga Rowobelang, yang mengajak putrinya datang ke perpustakaan untuk mengembalikan buku sekaligus mencari bahan bacaan baru. Ia mengatakan, kunjungan tersebut berkaitan dengan tugas sekolah melalui program literasi “Sak Minggu Sak Buku”.
Baca Juga:Forjaskons Desak Bupati Kendal Percepat Proyek Fisik APBD 2026 yang Belum Bergulir9 Partai di Pekalongan Mutakhirkan Data di SIPOL, 67 Lainnya Belum Perbarui Informasi
“Ada tugas dari sekolah untuk menelaah satu buku cerita melalui program Sak Minggu Sak Buku dan dikumpulkan saat masuk sekolah nanti,” ujarnya saat ditemui di ruang perpustakaan Disperpuska Batang, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, kebiasaan membaca perlu terus dibangun agar anak-anak tetap punya antusiasme belajar mandiri dan menjadi bekal hidup berdigital.
Selain koleksi buku, ruang bermain edukatif juga menjadi salah satu fasilitas yang menarik perhatian orang tua. Nur Wahyu, warga Pasekaran, memilih mengajak kedua putrinya mengisi waktu liburan di perpustakaan agar anak terbiasa dengan lingkungan belajar sejak dini.
“Tempatnya lengkap, bersih, dan nyaman. Ada permainan edukatif serta buku bergambar yang disukai anak-anak. Minimal seminggu sekali saya ajak ke sini agar anak terbiasa sebelum masuk TK,” katanya.
Ia berharap koleksi Perpusda terus dikembangkan, termasuk memperbanyak buku berbahasa asing seperti bahasa Inggris dan Arab agar pilihan bacaan semakin beragam.
“Tidak hanya novel, buku bahasa asing juga perlu ditambah agar anak-anak semakin tertarik belajar,” ujarnya.
Pustakawan Ahli Muda Disperpuska Batang, Sutiawati, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi koleksi maupun fasilitas penunjang. Menurutnya, selama libur sekolah terjadi peningkatan aktivitas kunjungan, terutama dari kalangan pelajar.
