KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Forum Asosiasi Perusahaan Jasa Konstruksi (Forjaskons) Kabupaten Kendal mendesak Pemerintah Kabupaten Kendal segera merealisasikan proyek pembangunan fisik yang bersumber dari APBD 2026. Hingga memasuki pertengahan tahun, proyek-proyek fisik dinilai belum bergulir, sehingga dikhawatirkan mengganggu target penyelesaian pekerjaan sebelum musim penghujan.
Desakan tersebut disampaikan Forjaskons melalui surat permohonan audiensi kepada Bupati Kendal. Forum yang beranggotakan Gapensi, Aspekindo, Gapeksindo, Gapeknas, Gabpeknas, Askumnas, Gakindo, HAKI, dan AKKLINDO itu juga meminta pemerintah memberi ruang lebih besar bagi perusahaan konstruksi lokal dalam pembangunan daerah.
Perwakilan Forjaskons Kendal, Mahmudin, mengatakan pihaknya membutuhkan kepastian jadwal pelaksanaan proyek APBD agar pekerjaan tidak menumpuk pada akhir tahun.
Baca Juga:Haul Mbah Dowo di kompleks Gereja Katolik Batang kisah toleransi yang terjaga turun-temurunDua Kelompok Pemuda Bersitegang di Pendopo Bupati Pekalongan, Pisau dan Rantai Diamankan
“Kami ingin mengetahui penyebab proyek fisik APBD belum berjalan hingga pertengahan tahun. Kami berharap pekerjaan segera dimulai agar selesai tepat waktu sebelum musim penghujan,” ujarnya, Senin (7/7/2026).
Selain keterlambatan proyek, Forjaskons juga menyoroti banyaknya pekerjaan pada tahun 2025 yang dikerjakan perusahaan dari luar Kabupaten Kendal. Menurut Mahmudin, pengusaha lokal memiliki kemampuan dan pengalaman yang tidak kalah bersaing sehingga layak memperoleh kesempatan lebih besar.
Ia menegaskan Forjaskons tetap mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Kendal, termasuk sistem pengadaan barang dan jasa yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Kami berharap pemerintah juga memfasilitasi akses kredit konstruksi dengan bunga yang lebih ringan agar pengusaha lokal mampu mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Audiensi yang semula dijadwalkan belum dapat terlaksana karena Bupati Kendal menghadiri takziah atas wafatnya Ketua MUI Kabupaten Kendal. Forjaskons pun meminta agar pertemuan dijadwalkan kembali sehingga dapat berdialog langsung dengan kepala daerah.
Menanggapi hal itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menjelaskan keterlambatan proyek terjadi akibat penyesuaian harga dan penerapan mekanisme baru pengadaan melalui e-Katalog dengan sistem mini kompetisi.
“Memang ada penyesuaian harga dan mekanisme baru di e-Katalog sehingga proses sedikit terlambat. Insya Allah mulai minggu depan pekerjaan fisik sudah berjalan,” tegas Dyah.
Baca Juga:Pemkab Pekalongan Gelontorkan Rp5,8 Miliar untuk Peningkatan Jalan Watusalam, Lelang Pekan DepanTaman Tematik KEK Batang Hadirkan Amphitheater 1.000 Orang dan Pemandangan Sunset
Ia memastikan pemerintah akan mempercepat pelaksanaan proyek agar penyerapan anggaran tidak menumpuk di penghujung tahun. Terkait aspirasi pengusaha lokal, Dyah menegaskan seluruh pengadaan tetap dilakukan melalui e-Katalog maupun lelang terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.
