BPBD Batang: Kemarau Godzilla Mulai Terasa, Juli-Agustus Diprediksi Tanpa Hujan

BPBD Batang: Kemarau Godzilla Mulai Terasa, Juli-Agustus Diprediksi Tanpa Hujan
DOK. ISTIMEWA, LEBIH WASPADA - Kepala Pelaksana Harian BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah, mengingatkan dampak dari fenomena kemarau Godzilla yang membuat cuaca lebih panas, bahkan tanpa hujan.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Masyarakat Kabupaten Batang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena kemarau Godzilla yang mulai terasa dampaknya pada bulan Juli ini. Fenomena kemarau yang dipicu oleh El Nino berkategori amat kuat atau super El Nino ini menyebabkan suhu udara terasa lebih panas dan menyengat dibandingkan musim kemarau pada umumnya.

Informasi mengenai fenomena kemarau Godzilla beserta dampak dan siklusnya telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Semarang dalam rapat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini sedang menghadapi kemarau anomali yang mengakibatkan panas lebih ekstrem dari biasanya. Fenomena ini, menurutnya, memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan El Nino biasa sehingga cuaca terasa lebih terik dan menyengat.

Baca Juga:Hasil Observasi Dokter Jiwa: Pelaku Penusukan Maut di Tratebang Alami Gangguan JiwaPolres Pekalongan Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran

“Meskipun BMKG menetapkan awal kemarau di Batang dimulai sejak Juni, tapi masyarakat baru benar-benar merasakan dampaknya secara riil pada bulan ini (Juli, red),” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026).

Wawan mengingatkan bahwa kemarau panjang baru benar-benar dimulai pada bulan Juli, sehingga intensitas panas dipastikan akan meningkat pada bulan Agustus mendatang. Bahkan, berdasarkan prediksi BMKG, kemarau tahun ini tidak hanya berlangsung panjang, tetapi juga ditandai dengan kondisi tanpa hujan sama sekali.

“Jadi prediksinya, Juli-Agustus sudah tidak ada hujan lagi, makanya masyarakat kami imbau lebih waspada atas dampak panasnya yang diprediksi meningkat,” ucapnya.

Siklus Kemarau Godzilla dan Dampak Berantai

Meskipun bukan merupakan istilah resmi dalam literatur meteorologi, kemarau Godzilla menjadi sebutan populer yang digunakan untuk menggambarkan musim kemarau yang dipicu oleh super El Nino dengan dampak yang sangat masif.

Beberapa dampak yang ditimbulkan antara lain intensitas yang lebih kuat dari El Nino biasa, penurunan curah hujan yang signifikan, serta kemarau yang lebih panjang dan lebih kering. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Jadi siklusnya itu sampai tahun depan, dan ini sudah diperingatkan BMKG, karena dampaknya lebih kuat dari tahun ini. Sederhananya, fenomena Godzilla tahun ini menjadi jembatan bagi kemarau yang lebih parah di tahun depan, tahun 2027,” jelas Wawan.

0 Komentar