Antusiasme tinggi langsung terlihat dari para peserta yang hadir. Mereka tampak menikmati setiap permainan dengan penuh keceriaan dan semangat kebersamaan.
Salah satunya diungkapkan oleh Arfanur, bocah berusia 8 tahun, yang mengaku mendapat banyak pengalaman baru dan teman baru selama acara berlangsung.
“Saya senang bisa bermain dengan teman-teman baru. Permainannya seru dan ada beberapa yang belum pernah saya mainkan. Di sela-sela kegiatan saya juga membaca buku di perpustakaan, koleksi bukunya banyak dan menarik,” tutur Arfanur dengan ceria.
Baca Juga:Tiga Kotak Amal Masjid An Nur Kaliwungu Permai Digasak Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTVHasil Observasi Dokter Jiwa: Pelaku Penusukan Maut di Tratebang Alami Gangguan Jiwa
Melalui inisiatif ini, Dinarpus Kota Pekalongan tidak hanya sukses mengalihkan perhatian anak dari gawai, tetapi juga berhasil mempromosikan perpustakaan daerah sebagai ruang publik yang ramah anak. Tempat ini terbukti nyaman dijadikan sebagai pusat belajar, membaca, bermain, sekaligus berinteraksi dengan teman sebaya.
Dinarpus berharap perpustakaan dapat terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat dan anak-anak sejak usia dini untuk mengisi waktu luang dengan aktivitas yang positif, kreatif, dan bermanfaat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digalakkan untuk melestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya bangsa yang sarat nilai-nilai luhur. (mal)
