Cetak Sejarah, Mahasiswi Psikologi Unnes Raih Mahkota Puteri Kebaya Indonesia 2026 Pertama Pakai Hijab

Cetak Sejarah, Mahasiswi Psikologi Unnes Raih Mahkota Puteri Kebaya Indonesia 2026 Pertama Pakai Hijab
SUKSES - Nayla Shafavirly Arifianti, mahasiswi Program Studi Psikologi UNNES , sukses menyabet mahkota utama sebagai Puteri Kebaya Indonesia 2026 pada ajang edisi ke-3 yang digelar di Yogyakarta, 2–4 Juli 2026 lalu
0 Komentar

Semarang, RADARPEKALONGAN.ID — Mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Nayla Shafavirly Arifianti, mahasiswi dari Program Studi Psikologi, sukses dinobatkan sebagai pemenang utama Puteri Kebaya Indonesia 2026.

Kemenangan dalam ajang edisi ke-3 yang berlangsung di Yogyakarta pada 2–4 Juli 2026 lalu tersebut menorehkan sejarah baru.

Nayla menjadi perwakilan perempuan pertama yang membawa pulang mahkota utama ke Provinsi Jawa Tengah, sekaligus menjadi pemenang berhijab pertama sepanjang sejarah penyelenggaraan kontes tersebut.

Baca Juga:Libatkan Orangtua, MPLS Ramah di SMPN 1 Sragi Pekalongan Diikuti Ratusan Siswa Tanpa PerpeloncoanKasus Koperasi BMJ Kendal Naik ke Penyidikan, SPDP Resmi Dikirimkan ke Kejati Jateng

Perjalanan Nayla menuju podium nasional dimulai sejak pertengahan tahun 2025 dengan meraih gelar 1st Runner Up Puteri Kebaya Jawa Tengah.

Di fase nasional, ia harus melewati berbagai tahapan penilaian yang ketat, meliputi unjuk bakat, wawancara mendalam (deep interview), uji wawasan, hingga pemaparan program advokasi.

“Gelar ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk terus menginspirasi generasi muda agar bangga terhadap budaya bangsa serta berani mengambil peran dalam memberdayakan masyarakat,” kata Nayla, Jumat (17/7/2026).

Selain performa di atas panggung, penilaian tertinggi yang didapat Nayla didorong oleh kepedulian sosialnya terhadap pemberdayaan perempuan.

Mahasiswi Unnes ini meluncurkan sebuah gerakan sosial bernama KEMBANG (Kebaya Empowerment: Beauty, Action, Nation, Grace).

Gerakan yang dipadukan dengan kampanye digital melalui tagar #PerempuaNAYuBERKEBAYA tersebut telah ia rintis sejak Juli 2025.

Melalui program ini, Nayla berfokus pada misi pelestarian busana adat kebaya sekaligus penguatan kapasitas diri perempuan muda di Indonesia.

Baca Juga:Bupati Batang Instruksikan Proyek Tak Lagi Menumpuk di Akhir Tahun, Siapkan Lelang DiniOtokritik Santri dan Relasi Kuasa Pesantren Mengemuka dalam Bedah Buku Raedu Basha

Pihak universitas menyambut baik pencapaian ini dan berharap dedikasi Nayla dalam merawat kebudayaan nasional berbasis disiplin ilmu psikologi dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Anang)

0 Komentar