Pasutri Jadi Korban Percobaan Pembegalan di Exit Tol Setono, Lapor Polisi

Pasutri Jadi Korban Percobaan Pembegalan di Exit Tol Setono, Lapor Polisi
WAHYU HIDAYAT. MELAPOR – Sepasang suami istri mendatangi SPKT Polres Pekalongan Kota untuk menyerahkan laporan pengaduan dugaan percobaan pembegalan, Selasa (28/7/2026).
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Sepasang suami istri (pasutri) asal Warungasem, Kabupaten Batang, menjadi korban dugaan percobaan pembegalan di kawasan Exit Tol Setono, Kota Pekalongan, pada Senin sore (27/7/2026) sekitar pukul 16.17 WIB. Peristiwa nahas tersebut kini telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pekalongan Kota pada Selasa siang (28/7/2026).

Korban bernama R (30) dan S (29) menceritakan kronologi kejadian saat mendatangi kantor polisi didampingi oleh Ketua LSM Perisai, Hery Prakoso. R menjelaskan bahwa peristiwa berawal saat pasutri tersebut sedang mengendarai sepeda motor dari arah Warungasem menuju kawasan Setono. Di tengah perjalanan, sang istri sempat merekam video menggunakan ponselnya.

Saat melintas di sekitar lampu merah Duwet, R mulai merasa curiga setelah melihat dari kaca spion adanya dua sepeda motor yang mengikuti mereka dari jarak tertentu. Kedua kendaraan tersebut ditumpangi oleh tiga orang—dua orang berboncengan dan satu orang mengendarai sendiri—dengan gerak-gerik yang dinilai tidak wajar.

Baca Juga:Kemenag Batang Kaji Haji 2027, Jemaah Hanya Bayar Rp18 Juta di PelunasanKOF 2026 Tembus 462 Ribu Pengunjung, Transaksi Tembus Rekor Rp60,6 Miliar di Kendal

Melihat gelagat mencurigakan itu, R segera meminta istrinya untuk berhenti merekam dan menyimpan ponsel ke dalam saku pakaian. Namun, tindakan tersebut justru memicu aksi cepat dari para pelaku. Begitu ponsel tidak terlihat lagi di tangan korban, kedua sepeda motor itu tiba-tiba melaju kencang dan memepet kendaraan yang ditumpangi pasutri tersebut.

“Ternyata selama mereka ngikutin itu kayak nunggu HP dimasukkan ke saku. Pas di tempat sepi, mereka langsung mepet dan suruh kami berhenti. ‘Berhenti dulu!’ gitu kata mereka,” tutur R di hadapan petugas SPKT.

Kejadian semakin mencekam ketika di sebuah tikungan tajam, tak jauh setelah Pos Polisi Setono, salah satu pelaku dengan nekat memotong jalur dan menabrak bagian depan motor korban. Benturan tersebut menyebabkan R dan istrinya kehilangan kendali hingga terjatuh di tengah jalan.

Dalam kondisi luka-luka, situasi bertambah genting karena jumlah pelaku tiba-tiba bertambah. Dua orang pelaku lain yang mengendarai satu sepeda motor datang dari arah Batang dan bergabung dengan tiga pelaku sebelumnya, sehingga total enam orang dengan tiga sepeda motor mengepung pasutri tersebut.

0 Komentar