Dalam aksi damai yang direncanakan, peternak akan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Beberapa di antaranya adalah penurunan harga pakan ternak, kenaikan harga telur di tingkat peternak, penghapusan praktik monopoli yang dilakukan oleh Berdikari, serta keberlanjutan program Jagung SPHP sebagai penyangga stok bahan baku pakan yang terjangkau.
Sementara itu, Ketua KPUS Jawa Tengah, Suwardi, mengatakan bahwa seluruh koordinator peternak dari berbagai daerah telah melakukan rapat koordinasi dan menyepakati aksi tersebut.
Ia menambahkan, pembagian 50 ribu ekor ayam bukan hanya sekadar protes, tetapi juga menjadi pesan keras bahwa peternak berada dalam kondisi terdesak dan membutuhkan intervensi nyata dari pemerintah.
Baca Juga:DPRD Kendal Minta Mora Sandhy Fokus Hukum, Nonaktif Sementara dari DewanTim PkM USM Beri Psikoedukasi Kader PKK Lamper Lor tentang Kesehatan Mental Keluarga di Era Digital
“Ini adalah simbol nyata bahwa peternak sudah di ujung tanduk. Kami berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil kebijakan yang menyelamatkan masa depan peternak ayam petelur di Jawa Tengah,” tandas Suwardi yang juga tercatat sebagai anggota DPRD Kendal. (fur)
