PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menggelar Lomba Mewarnai dan Story Telling bagi siswa tingkat TK dan SD se-Pekalongan Raya.
Kegiatan yang mengusung tema “Perpustakaan Sahabat Anak Indonesia: Literasi Kuat, Indonesia Hebat” ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 sekaligus menanamkan budaya literasi sejak dini.
Sebanyak 82 anak turut serta dalam kompetisi yang terbagi menjadi tiga kategori. Lomba mewarnai tingkat TK (Kategori A) diikuti oleh 49 peserta, lomba mewarnai untuk SD kelas 1–3 (Kategori B) diikuti 29 anak, dan ajang Story Telling untuk SD kelas 4–6 diikuti 4 peserta. Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya hiburan edukatif dari Kak Imi, seorang pendongeng sekaligus pesulap dan ventriloquist yang memukau para peserta.
Baca Juga:Api Melahap Lahan Tebu di Gringsing, Siswa SMA Panik dan Warga Bergotong Royong Padamkan75 Capaska Batang Latihan Formasi Angka 81, Kesiapan Capai 80 Persen
Kepala Perpustakaan UIN Gus Dur, Hj. Junaeti, S.Sos., M.M., yang diwakili oleh Koordinator Bidang Administrasi, Fatonah, S.Kom., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, orang tua, dan guru pendamping. Dalam sambutannya, Fatonah menekankan bahwa esensi perlombaan bukanlah sekadar kemenangan, melainkan proses belajar dan pengembangan diri.
“Tunjukkan kemampuan terbaik kalian, nikmati setiap prosesnya, dan jadikan ajang ini sebagai kesempatan untuk belajar. Kelak jadilah generasi yang berakhlak, berilmu, dan cinta perpustakaan,” ujar Fatonah, Selasa (4/8/2026).
Salah satu pembeda dalam pelaksanaan tahun ini adalah penerapan aturan penilaian yang lebih ketat. Dewan juri yang terdiri dari dosen UIN Gus Dur sekaligus pemerhati seni, Fauziyah, S.Pd.I dan Andri Nur Cahyo, S.Sn., M.Sn., memprioritaskan penggunaan krayon secara penuh (full crayon) tanpa tambahan alat pewarna lain.
Aturan ini telah disosialisasikan kepada peserta melalui Technical Meeting daring agar seluruh kontestan memahami kriteria penilaian secara transparan dan sportif.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Perpustakaan UIN Gus Dur dalam menyediakan ruang belajar yang ramah anak, menyenangkan, dan inspiratif. Melalui pendekatan yang inklusif, perpustakaan berupaya mendongkrak minat baca generasi muda sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai sahabat utama anak Indonesia dalam mengembangkan wawasan dan kreativitas.
