Kedua, Adil. Nilai ini tercermin dalam sikap tawasuth (moderasi), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (konsistensi pada kebenaran). “NU selalu berada di tengah-tengah, tidak mudah terseret oleh arus ekstremisme, baik dari kanan maupun kiri,” tegasnya.
Ketiga, Makmur. Kemakmuran yang dimaksud tidak hanya bersifat materi, tetapi juga mencakup kesejahteraan batin. Kemakmuran masjid, pesantren, dan perekonomian warga harus saling mendukung dan berjalan beriringan.
Peringatan tahun ini terasa semakin istimewa karena berdekatan dengan agenda besar Muktamar ke-35 NU yang akan menjadi ajang penting bagi seluruh warga NU di tanah air. PCNU Kota Pekalongan mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa” dalam menyambut muktamar tersebut.
Baca Juga:MUI Kendal Resmi Punya Ketua Umum Baru, Fasilitas Ibadah di Kawasan Industri Jadi SorotanMuhammadiyah dan Polres Kendal Sepakat Perkuat Sinergi Tangkal Tawuran hingga Judi Online
Ustaz Yusuf mengajak seluruh jemaah dan pengurus untuk terus menjalankan tugas pengabdian secara profesional dan ikhlas. Ia mengingatkan pesan Rasulullah SAW bahwa Allah mencintai hamba yang menyelesaikan pekerjaannya dengan itqan, yaitu dengan baik dan penuh kesungguhan.
“Mari kita jalankan peran kita masing-masing—sebagai pengurus, guru, maupun santri—dengan sungguh-sungguh demi kemaslahatan bersama. Inilah bentuk khidmah sejati yang kita persembahkan untuk bangsa dan negara,” pungkasnya. (way)
