KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mulai mendapat pendampingan untuk bertransformasi ke ranah digital.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 201 menggelar Workshop Digitalisasi UMKM dan Content Creator bertajuk “Bulugede Go Digital”, Kamis (20/8/2026), sebagai upaya memperluas pemasaran produk lokal melalui media sosial.
Kegiatan yang menghadirkan dosen UIN Walisongo Semarang, Fathimah Nadia Qurrota A’yun, sebagai pemateri ini membekali peserta dengan keterampilan praktis, mulai dari pembuatan konten sederhana, video pendek, strategi promosi di media sosial, hingga pemanfaatan fitur bisnis di platform WhatsApp Business, Facebook, Instagram, dan TikTok.
Baca Juga:Pemkot Pekalongan Siapkan Penataan Kabel Internet, Satu Tiang untuk Banyak ProviderDua Pegawai Perumda Tirtayasa Ditahan, Manajemen Pastikan Layanan Air Tetap Jalan
Fathimah menekankan bahwa pelaku UMKM tidak perlu menunggu memiliki peralatan mahal atau keahlian tingkat tinggi untuk mulai memasarkan produk secara digital. Kunci utamanya adalah konsistensi dan keberanian memulai dari apa yang sudah ada.
“Konten itu tidak harus bagus-bagus amat atau estetik seperti konten influencer. Yang penting rutin tiap hari. Pelaku UMKM bisa mulai dari apa yang mereka punya dan dari aktivitas usaha sehari-hari,” ujarnya.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan Formula 3S, yaitu Second (hook untuk menarik perhatian di detik awal), Story (isi video yang memberikan informasi tentang produk), dan Silakan Beli (call to action yang mengajak audiens untuk membeli). Materi kemudian langsung dipraktikkan dengan membuat foto produk, menulis caption, dan membagikannya melalui status maupun grup WhatsApp.
Salah satu peserta, Resnawati, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan tersebut. Ia kini memahami bahwa promosi digital tidak harus rumit dan bisa dimulai dari aktivitas sehari-hari.
“Saya sangat terbantu dengan workshop ini. Jadi lebih paham bahwa promosi tidak harus rumit. Dari foto produk dan aktivitas sehari-hari saja ternyata sudah bisa dibuat menjadi konten untuk menarik pembeli,” katanya.
Koordinator Desa KKN Posko 201, Miftachul Fattah, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan puncak dari rangkaian pendataan dan pendampingan digitalisasi UMKM yang telah dilakukan selama masa KKN di Bulugede.
