KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Ribuan warga memadati sepanjang jalur Desa Sambongsari hingga pertigaan Jalan Sukorejo, Weleri, pada Sabtu (22/8/2026) siang, untuk menyaksikan gelaran Karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Kendal.
Berbagai bentuk kreativitas, mulai dari seni tradisional hingga dekorasi unik dari setiap kontingen, sukses menghibur masyarakat yang tumpah ruah di sepanjang rute.
Salah satu pemandangan yang paling menarik perhatian adalah ketika Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, bersama Wakil Bupati Benny Karnadi, jajaran Forkopimda, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak menggunakan kendaraan dinas resmi.
Baca Juga:9.030 Mahasiswa UNDIP Selesaikan KKN, Gelar Inovasi dari BUMDes hingga Teknologi Tepat GunaPolres Pekalongan Kota Libatkan Bhabinkamtibmas Data Anak dengan Kelainan Kaki Bawaan
Mereka justru memilih naik odong-odong dan bergabung langsung dengan rombongan peserta karnaval. Pemandangan ini memberikan kesan kuat tentang keinginan pemimpin daerah untuk melebur dan bersatu dengan masyarakat.
Tak sekadar menonton dari kejauhan, Bupati dan jajarannya dapat merasakan langsung keseruan karnaval yang disaksikan oleh ribuan pasang mata. Kendaraan rakyat ini seolah memangkas jarak antara pemimpin dan warganya, menciptakan suasana akrab dan meriah.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan bahwa karnaval tidak semata-mata menjadi tontonan dan hiburan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, mempromosikan kuliner lokal, serta menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah.
“Ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Dyah.
Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karnaval menjadi momentum mempertemukan masyarakat, pelaku UMKM, pegiat seni budaya, dan pemerintah dalam suasana penuh kebersamaan.
Ia berharap karnaval tersebut semakin memperkuat silaturahmi dan gotong royong masyarakat, serta mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membangun Kendal agar semakin maju dan berdampak pada kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Agus Dwi Lestari, mengungkapkan bahwa karnaval tahun ini diikuti oleh 30 kontingen. Sebanyak 20 kontingen merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan, sedangkan sisanya berasal dari organisasi masyarakat dan komunitas seni lokal Kendal.
Baca Juga:PCNU Pekalongan Usul Perubahan Waktu Pengajuan Calon AHWA di Muktamar ke-35 NUKecelakaan Maut di Patebon Kendal, Dua Pelajar MAN Tewas Usai Motor Salip di Lajur Lawan
“Kami juga mengundang drumband Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Gema Perwira Samodera (GPS),” kata Agus.
