Hakim MK Arsul Sani Soroti IPM Kabupaten Pekalongan yang Masih di Bawah 10 Besar Jateng

Hakim MK Arsul Sani Soroti IPM Kabupaten Pekalongan yang Masih di Bawah 10 Besar Jateng
BERI SAMBUTAN: Hakim MK Arsul Sani yang merupakan putra asli Kabupaten Pekalongan memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna Dalam Rangka Peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026). Foto: Hadi Waluyo.
0 Komentar

KAJEN, KOMPAS.com – Peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan berlangsung khidmat di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026). Acara tersebut menjadi istimewa dengan hadirnya putra asli daerah, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani, yang menyampaikan sorotan tajam terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus berbagi pengalaman pribadi yang ia sebut sebagai “ora timoho” atau tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Arsul yang lahir dan besar di Pekalongan mengaku menyaksikan langsung berbagai perubahan dan kemajuan yang terjadi di daerah kelahirannya dari masa ke masa. Namun, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat para pemangku kebijakan berpuas diri.

“Saya ingat kembali semasa masa kecil, lahir dan besar di Pekalongan, banyak kemajuan yang terjadi. Namun kita yang diberi amanah tidak boleh berhenti,” kata Arsul dalam sambutannya.

Baca Juga:Sinergi TNI-Polri dan Pemkot Pekalongan Gelar Karya Bakti di Gereja Santo Petrus, Wujud Toleransi dan KebersamTradisi Weh-Wehan Kaliwungu Didorong Masuk Kalender Event Nasional, Bupati: Warisan Leluhur yang Tak Ternilai

Ia mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten dan DPRD menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama dari sisi fiskal dan anggaran. Namun, Arsul berharap hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pembangunan.

“Ada keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki, salah satunya keterbatasan fiskal dan anggaran. Mudah-mudahan keterbatasan itu tidak menjadi halangan dalam bertugas,” ujarnya.

Sorotan utama Arsul tertuju pada capaian IPM Kabupaten Pekalongan yang saat ini berada di angka 72,71. Meskipun angka tersebut tergolong tinggi, ia menyayangkan bahwa Kabupaten Pekalongan masih belum menembus jajaran 10 besar IPM di Provinsi Jawa Tengah.

“IPM Kabupaten Pekalongan memang tergolong di angka tinggi, 72,71, namun belum masuk deretan 10 besar di Jawa Tengah. Ini tantangan DPRD dan Pemkab Pekalongan,” tegasnya.

Arsul menekankan bahwa peningkatan IPM membutuhkan perhatian serius pada tiga aspek utama, yaitu indeks kesehatan, indeks pendidikan, dan indeks pengeluaran hidup atau standar hidup. Ketiganya, kata dia, harus menjadi prioritas agar pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya pengenalan sejarah Kabupaten Pekalongan kepada generasi muda. Arsul berharap sejarah panjang daerah tersebut tidak hanya dibacakan dalam seremoni, tetapi juga diintegrasikan ke dalam materi pelajaran di sekolah, baik sebagai bagian dari mata pelajaran sejarah maupun muatan lokal.

0 Komentar