KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Ribuan peserta memadati karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kecamatan Boja, Minggu (23/8/2026). Tidak hanya menjadi ajang kemeriahan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai panggung kreativitas pelajar untuk mengenalkan kekayaan budaya Nusantara.
Karnaval digelar dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pukul 09.00 hingga 12.30 WIB, diikuti oleh peserta dari jenjang SD/MI yang tergabung dalam enam gugus sekolah. Sementara gelombang kedua melibatkan peserta dari jenjang SLTA, termasuk SMA dan SMK. Secara keseluruhan, jumlah peserta mencapai hampir 3.000 orang.
Koordinator Karnaval HUT ke-81 RI tingkat Kecamatan Boja, Akhmad Dahlan, mewakili ketua panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin digelar setiap tahun, namun tahun ini seluruh rangkaian dipadatkan menjadi satu hari.
Baca Juga:Kuota Nikah Maulid Kanzus Sholawat Pekalongan Masih Tersisa 16 Pasangan, Pendaftaran hingga 15 SeptemberSinergi TNI-Polri dan Pemkot Pekalongan Gelar Karya Bakti di Gereja Santo Petrus, Wujud Toleransi dan Kebersam
“Kalau dihitung keseluruhan, peserta hampir mencapai 3.000 orang. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun, hanya saja tahun ini seluruh rangkaian dipadatkan menjadi satu hari,” kata Akhmad Dahlan.
Salah satu peserta yang paling menyita perhatian adalah SMK Muhammadiyah 2 Boja. Sekolah tersebut mengerahkan sekitar 800 siswa dengan mengangkat tema budaya Tanah Toraja. Mereka menampilkan replika rumah adat Tongkonan yang didorong di sepanjang rute karnaval, diiringi kostum dan atribut khas Toraja.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, menegaskan bahwa keterlibatan ratusan siswa dalam karnaval bukan sekadar untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran karakter sekaligus pengenalan budaya Indonesia.
“Keikutsertaan sekitar 800 siswa ini bukan sekadar untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Kami ingin menjadikan karnaval sebagai sarana pembelajaran agar siswa mengenal, menghargai, dan mencintai keberagaman budaya Indonesia,” ujar Nur Khirin.
Ia menjelaskan, pemilihan Tanah Toraja sebagai tema bertujuan untuk memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Nusantara yang kaya akan nilai-nilai luhur. Melalui kostum dan kreativitas yang ditampilkan, siswa diajak untuk memahami keberagaman tradisi Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa.
Nur Khirin menambahkan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan ini juga melatih kekompakan, kreativitas, keberanian, disiplin, dan gotong royong.
“Harapan kami, siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan sesuai bidang keahliannya, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreatif, percaya diri, serta mencintai budaya bangsa,” tegasnya.
