Sempitnya Jembatan Gembyang Picu Kemacetan Jalur Alternatif KITB Batang, Diusulkan Melebar 2027

Sempitnya Jembatan Gembyang Picu Kemacetan Jalur Alternatif KITB Batang, Diusulkan Melebar 2027
DOK. ISTIMEWA. ANTREAN PANJANG - Antrean panjang kendaraan sering menjadi pemandangan rutin di jalur alternatif KITB, terlebih saat ada event besar.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Kepadatan lalu lintas kerap melumpuhkan jalur alternatif menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), terutama pada jam sibuk berangkat dan pulang kerja. Kondisi ini dipicu oleh sempitnya Jembatan Gembyang di Kecamatan Subah yang menjadi titik leher botol (bottleneck) aliran kendaraan.

Jembatan yang menghubungkan akses dari arah Kemiri Timur, Subah tersebut memiliki dimensi yang sangat terbatas dan hanya muat dilintasi satu mobil secara bergantian dari dua arah lawan.

Camat Subah, Muhammad Yasin, menjelaskan bahwa jalur dari arah Wuni menuju utara merupakan akses favorit yang saban hari dilalui para pekerja industri KITB.

Baca Juga:Praperadilan Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan, Hakim Gelar Sidang Putusan Hari IniAncaman PHK Ratusan Buruh PT APF Kendal, Said Iqbal Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

“Kepadatan luar biasa terjadi tiap pagi dan sore. Bahkan saat ada acara besar di kawasan industri, volume kendaraan membeludak akibat pertemuaan arus lalu lintas dari arah Banyuputih dan Kemiri Timur Subah,” terang Yasin, Senin (31/8/2026).

Menurut Yasin, sistem buka-tutup bergantian di Jembatan Gembyang menjadi penyebab utama antrean kendaraan mengular panjang setiap harinya.

“Jembatan Gembyang sangat sempit, cuma seukuran satu mobil. Kendaraan dari arah Kemiri Timur maupun Pantura terpaksa mengalah dan bergantian. Hal inilah yang memicu penumpukan arus,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan masyarakat dan pekerja, pihak Pemerintah Kecamatan Subah mendorong penuh agar proyek pelebaran Jembatan Gembyang diprioritaskan dalam program pembangunan infrastruktur Kabupaten Batang tahun 2027.

“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batang. Harapan kami pelebaran jembatan ini dapat terealisasi pada anggaran 2027,” tegas Yasin.

Selain jembatan, penuntasan pelebaran beberapa ruas jalan alternatif yang masih sempit juga telah diajukan ke Dinas PUPR agar mobilitas warga dan aktivitas perekonomian di kawasan industri terpadu KITB Batang dapat berjalan lancar tanpa hambatan kemacetan. (nov)

0 Komentar