PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kelurahan Degayu bersama unsur komunitas dan kelompok masyarakat menggeliatkan aksi pelestarian lingkungan pesisir dengan menanam 450 bibit mangrove di kawasan Edu Ekowisata Degayu serta arboretum sekitar, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026).
Aksi penanaman masif ini ditujukan untuk memperkuat sabuk hijau pelindung pantai dari abrasi sekaligus mendongkrak pengembangan potensi kawasan wisata berbasis edukasi alam.
Sekretaris Kelurahan Degayu, Indayah Dewi Tunggal, mewakili Lurah Ahmad Iffan, menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama dalam merawat ekosistem pesisir agar tetap lestari dan produktif.
Baca Juga:Naikkan Bantuan Jadi Rp 15 Juta Per Unit, Pemkot Pekalongan Tangani 317 RTLH Hasil VerifikasiTak Pegang Dokumen RAB dan Menunggak Rp 130 Juta, Pembangunan Gedung KDMP Kediten Kendal Dipertanyakan
“Penanaman ini merupakan bentuk kepedulian dan kolaborasi bersama untuk menjaga lingkungan pesisir. Harapannya, kawasan ini semakin hijau, asri, dan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Indayah saat ditemui di lokasi kegiatan.
Varietas mangrove yang dipilih disesuaikan secara cermat dengan karakteristik lahan setempat. Sebanyak 450 bibit jenis Mukronata dan Apikulata ditanam langsung di area utama Edu Ekowisata Degayu.
Sementara itu, varietas Kapidada dan Bulgeria ditanam di zona arboretum yang berada tidak jauh dari lokasi ekowisata tersebut.
Gerakan pemulihan lingkungan ini melibatkan partisipasi aktif berbagai elemen, mulai dari Komunitas Kobar, Kelompok Tani Hutan (KTH) Rimba, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Degayu, Pokja PI Degayu, hingga Kemitraan Indonesia.
Melalui sinergi lintas sektor ini, pihak kelurahan berharap kawasan mangrove tidak sekadar berfungsi sebagai pelindung ekologi pesisir, melainkan tumbuh menjadi pusat edukasi serta destinasi ekowisata unggulan yang menarik kunjungan masyarakat luas.
