BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memperketat kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul maraknya insiden selama musim kemarau.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang periode Januari hingga pertengahan September 2026, tercatat 30 kejadian Karhutla yang menghanguskan sekitar 7,5 hektare lahan di 12 kecamatan.
Guna mengantisipasi eskalasi dampak kemarau, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), serta elemen relawan menggelar simulasi penanganan Karhutla di Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga:Progres Capai 85 Persen, Jembatan Gantung Gading Asri Kendal Pangkas Jarak Tempuh Warga Jadi 1 KmAda Keuntungan? Ramalan Keuangan Zodiak 18 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Kondisi cuaca kemarau saat ini memicu potensi kebakaran, sehingga skema mitigasi bencana siaga 24 jam bersama BPBD, Damkar, Perhutani, dan masyarakat harus bertindak cepat,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Batang, Darsono, di Batang.
Rangkaian 30 kasus Karhutla di Batang tersebut meliputi 28 kebakaran lahan, satu kebakaran hutan, dan satu kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Insiden ini merenggut satu korban jiwa serta menimbulkan kerugian materiil puluhan juta rupiah.
Ketua PMI Kabupaten Batang, Achmad Taufiq, menambahkan bahwa selain simulasi lapangan, kolaborasi antarinstansi juga disiagakan untuk menyalurkan bantuan logistik sembako hingga santunan tunai senilai Rp 5 juta hingga Rp 17,5 juta bagi warga terdampak musibah kebakaran.
Simulasi di kawasan bekas perkebunan jagung ini diharapkan dapat mengasah keterampilan teknis relawan lokal dalam melokalisasi titik api secara mandiri sebelum tim pemadam tiba di lokasi. (fel/nov)
