[PUISI] Pagi di Pagilaran

Pagilaran
0 Komentar

Oleh: ABdul Mukhlis

Curah dingin memagut pokok batang ilalangbergaun tipis kabut yang beringsut mulusmelintasi sisi bukit Kamulyan

Angin membanting ranting hingga menggeleparmenimpali daun-daun teh Pagilaran

Oh, Yang Maha KuasaZamrud tropis mini menghampar di lepas pandangUntuk apa merebas mimpi tanpa tindak nyataHanya terus berkhalwat mengharap turunnya makrifat

Oh, Yang Maha Kayacukup pagi-Mu yang menangkil kuat langkah batinkuLereng Bukit Kamulyan, 2018

_____________

Baca Juga:Minat Masih Tinggi. Penempatan Pekerja Migran Kendal 2023 Tembus 5.099, Tertinggi ke-2 di Jateng315 Pendekar Muda Tapak Suci se Jateng Turun Gunung, Ramaikan Kejurwil TSPM Remaja 2023

ABDUL MUKHLIS, lelaki yang tinggal Batang ini adalah seorang guru Bahasa Indonesia di SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan. Kecintaannya kepada sastra ia curahkan melalui tulisan-tulisan singkat berupa memoar, puisi, dan cerpen.

Pagi di Pagilaran adalah satu dari setumpuk karyanya yang telah banyak tersebar. Karya-karyanya dimuat dalam beberapa buku antologi puisi “Gelabah” Bukutujju, antologi cerpen “Pantai Lajar” IDM Press, dan Majalah Komunitas Sastra Papirus Solo. Ia dapat dihubungi melalui alamat surel [email protected].

0 Komentar