SEMARANG, Radarpekalongan.id – Menanggapi kritikan bantuan BAZNAS yang diduga diselewengkan untuk kegiatan partai politik, Ketua Baznas KH Ahmad Daroji menjelaskan apabila bantuan dana yang diberikan oleh BAZNAS tidak memandang partai politik tertentu melainkan karena ketidakmampuannya.“Pak Ganjar memang memberikan uang bantuan merenovasi rumah warga miskin. Orang miskin itu kebetulan kader PDIP,” jawabnya.Daroji kembali memaparkan apabila bantuan dana yang diberikan oleh BAZNAS tidak memandang partai politik tertentu melainkan karena ketidakmampuannya.Ia berpendapat bahwa saat ini banyak masyarakat miskin yang bergabung dengan partai tertentu termasuk PDIP.“Jadi tidak ada memandang dari partai mana, diberi bantuan karena dia miskin sehingga berhak menerima zakat. Kita pun ga bisa larang mereka pilih partai, siapa pun yang menerima zakat tidak dilihat dari partainya melainkan miskinnya,” paparnya.Mengenai warga-warga yang telah dijanjikan untuk dibangunkan rumahnya, pengusaha properti Joko Suranto mengaku siap menyumbang untuk membangun 50 rumah warga tersebut.“Jika bantuan tersebut gagal maka saya siap untuk mengkampanyekan kebaikan dengan memberikan bantuan kepada 50 warga yang gagal dapat bantuan dari BAZNAS karena politik,” kata Joko.Menurutnya, tindakan ini merupakan diskriminasi terhadap golongan tertentu, apalagi warga-warga tersebut sudah senang akan mendapatkan bantuan. Ia berpendapat bahwa permasalahan yang muncul di lapangan seharusnya mampu menggerakkan kalangan mampu untuk peduli dan melakukan kebaikan terhadap sesama.Sebelumnya Ganjar mengunggah foto sejumlah orang yang menerima bantuan dana renovasi rumah sebesar Rp20.000.000. Ciutan tersebut menjadi viral lantaran dalam unggahan di akun Twitter resminya @ganjarpranowo itu ia membagikan salah satu kegiatan dalam rangka menyambut ulang tahun ke-50 PDIP.Selain foto itu, ada juga narasi yang bertuliskan ‘Menjelang ultah @PDI_Perjuangan ke 50 saya berencana memugar 50 rumah kader yang kondisinya belum layak. Rumah Pak Samarwan ini jadi yang pertama. Beliau Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Kapencar, Kertek, Wonosobo,’ ciutnya.Beberapa jam kemudian ciutan itu dihapus, namun sudah banyak orang yang menangkap gambar dari ciutannya beserta fotonya.Ramai orang mengkritik dana tersebut merupakan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang seharusnya ditujukan kepada masyarakat yang tidak mampu dan tidak seharusnya digunakan untuk kepentingan partai politik. (dur/disway.id)
Dikritik Dimanfaatkan untuk Politik, Daroji: BAZNAS Tidak Memandang Parpol Tertentu Melainkan Karena Ketidakmampuannya
