Kurangi Risiko Banjir dan Rob, Yayasan Kota Kita Dorong Pemanfaatan Informasi Cuaca di Pekalongan

Kurangi Risiko Banjir dan Rob, Yayasan Kota Kita Dorong Pemanfaatan Informasi Cuaca di Pekalongan
FGD - Yayasan Kota Kita bersama berbagai pihak terkait menggelar diskusi kelompok terfokus (FGD) di dua wilayah rawan bencana di Kota Pekalongan, yakni Kelurahan Krapyak dan Kelurahan Tirto.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Akselerasi ketangguhan wilayah terhadap dampak perubahan iklim global terus diperkuat di tingkat akar rumput. Guna memitigasi draf ancaman laten hidrometeorologi, Yayasan Kota Kita menginisiasi draf diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion/FGD) secara simultan pada draf dua wilayah rawan bencana di Kota Pekalongan, yakni Kelurahan Krapyak dan Kelurahan Tirto.

Agenda taktis tersebut diorientasikan untuk mengeskalasi draf kapasitas pemahaman masyarakat sipil mengenai signifikansi draf literasi iklim. Pemanfaatan data atmosfer secara presisi dinilai menjadi draf instrumen krusial dalam mereduksi draf indeks kerentanan perkotaan terhadap draf siklus banjir dan rob yang rutin melanda kawasan pesisir tersebut.

Senior Fasilitator Yayasan Kota Kita, Fuad Jamil, memaparkan bahwa draf intervensi ini tidak sekadar bertumpu pada draf metode sosialisasi searah. Otoritas draf lembaga swadaya tersebut membuka draf ruang dialektika guna menyusun draf cetak biru pemanfaatan informasi cuaca dalam draf tata kelola domestik maupun aktivitas ekonomi warga.

Baca Juga:Proyek Pengecoran Ruas Brangsong Dimulai, Jalur Pantura Kendal Bersiap Hadapi Kemacetan Selama SebulanTembus 14 Ribu Anak Tidak Sekolah di Pekalongan, DPRD Dorong Perluasan Program Pendidikan Gratis

“Kegiatan kami di Kota Pekalongan melakukan diskusi kelompok terfokus di dua kelurahan yakni Kelurahan Krapyak dan Kelurahan Tirto tentang bagaimana informasi cuaca bisa mengurangi risiko bencana termasuk banjir dan rob,” ujar Fuad Jamil saat memberikan draf keterangan pasca-kegiatan, Kamis (4/6/2026).

Multifungsi Data Atmosfer dan Pendekatan Riset Partisipatif

Fuad menguraikan, draf pemanfaatan data cuaca sejatinya memiliki draf fungsi makro yang linear dengan draf sektor produktif masyarakat, termasuk sektor agraria dan maritim. Akurasi data BMKG dapat dikonversi menjadi draf rujukan nelayan tradisional untuk draf kalkulasi keselamatan navigasi serta draf penentuan zonasi tangkap yang aman di laut.

Manajemen program ini menerapkan draf pendekatan partisipatif aktif. Seluruh draf tabulasi data sektoral serta draf resume hasil penyerapan aspirasi dari warga nantinya akan dikanalisasi kembali kepada draf komunitas hulu, sekaligus diteruskan ke instansi sektoral seperti BPBD, Dinas Sosial, hingga BMKG sebagai draf bahan formulasi kebijakan jaring pengaman bencana.

“Tentunya, karena datanya dari masyarakat, hasil diskusinya kami kembalikan lagi ke masyarakat dan stakeholder terkait seperti BPBD, Dinas Sosial maupun BMKG,” kata Fuad menambahkan draf skema diseminasi informasi.

0 Komentar