RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Fenomena rob yang terus-menerus merendam lahan sawah di Kelurahan Banyutowo, Kendal, menjadi ancaman serius bagi produktivitas pertanian dan mata pencaharian petani. Kerusakan parah dialami petani, termasuk Gunarto, yang menyebut lahan sawah di sisi utara sudah tidak bisa lagi ditanami.
“Lahan sebelah utara sudah tidak bisa panen, sudah kena rob. Alhamdulillah masih ada yang di selatan tidak kena rob,” ujar Gunarto, Kamis (11/12/2025).
Dampak rob membuat hasil panen Gunarto anjlok hingga maksimal 4 ton per hektar, turun sekitar 50 persen dari kondisi normal (6-7 ton per hektar). Petani lain, Mundrikat, turut mengeluhkan kewajiban membayar pajak untuk lahan yang sudah tidak produktif dan meminta keringanan pajak dari Pemkab Kendal.
Baca Juga:Wali Kota Aaf Pastikan Proyek Gedung Inspektorat Pekalongan Molor, Target Akhir Januari 2026Cegah Perambahan Hutan Pegunungan, Pemkab Pekalongan Perkuat Regulasi Tata Ruang dan Perda Lindung
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menyebut ada sekitar 30 hektare sawah di Banyutowo yang terdampak rob. Pandu menegaskan bahwa penanganan rob membutuhkan biaya sangat besar, mencapai triliunan rupiah, sehingga memerlukan waktu, sinergi, dan bantuan anggaran dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo, menyebut sebagian warga kini memanfaatkan sawah terdampak rob dengan menaburkan ikan seperti nila dan bandeng, sebagai upaya adaptasi. (fur)
