Awas KLB! Dinkes Pekalongan Kebut Imunisasi Kejar Gratis, Cakupan Baru Sentuh 76,9 Persen

Awas KLB! Dinkes Pekalongan Kebut Imunisasi Kejar Gratis, Cakupan Baru Sentuh 76,9 Persen
ISTIMEWA IMUNISASI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan terus mengintensifkan pelaksanaan program imunisasi kejar guna meningkatkan cakupan imunisasi anak.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kabar penting sekaligus peringatan bagi para orang tua di Kota Pekalongan! Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan kini tengah ‘tancap gas’ menggelar program Imunisasi Kejar secara masif.

Langkah agresif ini diambil menyusul angka cakupan imunisasi anak di wilayah tersebut yang baru menyentuh angka 76,9 persen. Jika dibiarkan, ketertinggalan ini bisa menjadi bom waktu yang memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) berbagai penyakit berbahaya!

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, melalui Programmer Imunisasi, Samsiyah Ratnawati, membeberkan bahwa program ini adalah jalan pintas untuk membentuk herd immunity alias kekebalan kelompok yang aman.

Baca Juga:Tragis! Senggol Penyapu Jalan, Karyawan KIK Tewas Terlindas Truk di Pantura KendalJangan Dipasrahkan Selamanya! Dinsos Pekalongan Minta Keluarga Berperan Aktif Pulihkan ODGJ, Semua Gratis

“Imunisasi kejar adalah imunisasi yang diberikan kepada anak yang belum lengkap mendapatkan imunisasi yang seharusnya diberikan, sehingga kita mengejar ketertinggalan tersebut,” jelas Samsiyah memberikan pemahaman.

Ia mewanti-wanti keras agar masyarakat tidak menyepelekan hal ini. Pasalnya, ada nyawa anak-anak yang dipertaruhkan jika kekebalan kelompok gagal terbentuk di lingkungan masyarakat.

“Jika cakupan tidak tinggi dan merata, maka kekebalan kelompok tidak akan terbentuk, sehingga potensi kejadian yang tidak diinginkan bisa terjadi,” tegasnya blak-blakan.

Gratis! Sasar Ribuan Anak Tanpa Syarat Ribet

Untuk mengejar target ideal 97 persen, Dinkes membidik sebanyak 3.535 anak di Kota Pekalongan. Vaksin yang disuntikkan pun super lengkap, mulai dari BCG, DPT, HB-Hib (pencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, meningitis), polio, campak, rubella, rotavirus, hingga pneumokokus.

Tak tanggung-tanggung, seluruh tenaga kesehatan dan kader posyandu diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyisir anak-anak yang belum lengkap riwayat vaksinnya.

“Pendataan kami lakukan secara aktif, petugas turun langsung untuk memvalidasi anak-anak yang belum lengkap imunisasinya,” imbuh Samsiyah.

Kabar baiknya, para orang tua tak perlu pusing memikirkan biaya! Semua layanan super penting ini bisa diakses secara cuma-cuma alias gratis di puskesmas maupun posyandu terdekat.

Baca Juga:Pemkab Batang Siap Batasi Akses Media Sosial Anak, Lindungi dari Cyberbullying dan Konten NegatifCegah Penyakit Masyarakat, Polres Pekalongan Sita Belasan Botol Miras di Kafe Gejlik Kajen

Jangan Takut Anak Demam!

Menghadapi fenomena orang tua yang masih parno atau termakan hoaks soal efek samping vaksin, Samsiyah buru-buru meluruskan. Menurutnya, demam pasca-suntik adalah hal yang lumrah dan menandakan sistem kekebalan tubuh sedang bekerja merespons vaksin.

0 Komentar