RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Horor kemacetan parah mengular hingga 3 kilometer melanda jalur Pantura Brangsong, Kabupaten Kendal! Pemandangan ini mewarnai hari perdana pelaksanaan proyek pengecoran jalan pada Senin (13/4/2026) sore.
Kepadatan kendaraan mulai terasa mencekik sejak pukul 16.00 WIB. Antrean merayap mulai dari depan Polsek Brangsong hingga jalan lingkar dekat Kawasan Industri Kendal (KIK) yang mengarah ke Jakarta.
Biang kerok kemacetan ini tak lain adalah penyempitan jalur akibat pengerjaan cor jalan di dua titik krusial, yakni Brangsong dan Weleri, perbatasan Kendal-Batang.
Baca Juga:Tragis! Senggol Penyapu Jalan, Karyawan KIK Tewas Terlindas Truk di Pantura KendalJangan Dipasrahkan Selamanya! Dinsos Pekalongan Minta Keluarga Berperan Aktif Pulihkan ODGJ, Semua Gratis
Padahal, aparat kepolisian sudah gencar memasang rambu peringatan dari batas Kota Semarang hingga Batang. Sayangnya, imbauan agar kendaraan berat atau truk ‘minggir’ dan masuk jalan tol kurang dipatuhi. Alhasil, volume kendaraan di jam sibuk pulang kerja makin membeludak dan memperparah keadaan!
Ambil Langkah Tegas Contraflow
Menyiasati kemacetan parah ini, KBO Satlantas Polres Kendal, Iptu Joko Santoso, langsung mengambil langkah taktis di lapangan dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem contraflow.
“Sore ini kami berlakukan contraflow karena arus dari timur sangat padat,” ungkap Iptu Joko saat dikonfirmasi.
Sistem lawan arus sementara (contraflow) ini diterapkan mulai dari depan SMKN 4 Brangsong sampai SPBU Brangsong. Penerapannya pun bersifat situasional, menyesuaikan seberapa parah kepadatan arus di lapangan.
Di tengah situasi ruwet tersebut, petugas rupanya masih menemukan sejumlah pengendara motor ‘bandel’ yang nekat melawan arus demi menghindari antrean. Terkait hal ini, Iptu Joko memberikan peringatan keras karena membahayakan nyawa.
“Jangan melawan arus, apalagi saat kondisi macet. Itu sangat berisiko,” tegasnya mewanti-wanti.
Arus Weleri Dialihkan ke Kota
Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Veri Okta Dwi Saputra, merinci bahwa proyek pengecoran di Pantura Brangsong arah Semarang menuju Jakarta ini memakan satu lajur jalan. Artinya, kendaraan masih bisa melintas pelan bergantian.
Baca Juga:Pemkab Batang Siap Batasi Akses Media Sosial Anak, Lindungi dari Cyberbullying dan Konten NegatifCegah Penyakit Masyarakat, Polres Pekalongan Sita Belasan Botol Miras di Kafe Gejlik Kajen
Sedangkan untuk imbas perbaikan di ruas Pantura Weleri, pihak kepolisian terpaksa membelokkan arus lalu lintas masuk ke jalur dalam Kota Weleri.
“Untuk Weleri kami alihkan lewat jalur kota, kendaraan besar kami imbau masuk tol,” jelas Ipda Veri.
