RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Kabar gembira bagi seluruh warga Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang! Penantian panjang akan hadirnya fasilitas pendidikan setingkat menengah atas negeri di wilayah ini akhirnya mulai menemui titik terang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang kini tengah tancap gas mengupayakan pembangunan SMA atau SMK Negeri di Limpung. Langkah konkret ini diambil sebagai respons cepat atas derasnya aspirasi masyarakat setempat yang sudah sejak lama mendambakan sekolah negeri di kampung halaman mereka.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, membawa angin segar. Ia membeberkan bahwa usulan resmi pembangunan sekolah tersebut sudah meluncur ke meja pemerintah pusat.
Baca Juga:Menyentuh Suasana Haru Pecah! Wali Kota Pekalongan Lepas 67 Jamaah Haji KBIHU Aisyiyah, Titip Pesan MenyentuhReaktivasi Stasiun Plabuan Batang 27 April 2026, KAI Permudah Akses Pekerja KITB
“Usulan pembangunan SMA atau SMK Negeri Limpung sudah kami sampaikan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 9 Maret 2026. Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui musrenbang,” ujar Bagus memberikan keterangan resminya.
Siapkan Lahan dan Kajian Kelayakan
Lebih lanjut, Bagus menjelaskan bahwa wewenang penuh terkait pembangunan dan pengelolaan jenjang SMA/SMK sebenarnya berada di tangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Namun, Pemkab Batang tak lantas lepas tangan!
Pemerintah daerah all out memberikan dukungan penuh, mulai dari menyiapkan lahan strategis hingga terus mengawal ketat proses pengajuan agar segera mendapat lampu hijau. Saat ini, tim dari Pemkab juga tengah sibuk menyusun Kajian Kelayakan (Feasibility Study) sebagai syarat mutlak perencanaan pembangunan.
Tak tanggung-tanggung, koordinasi intensif dengan Bappeda Provinsi Jawa Tengah serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah juga terus digenjot demi memperkuat posisi usulan ini.
Kapan Mulai Dibangun?
Terkait waktu eksekusi pembangunannya, Bagus menyebut bahwa proyek fisik belum bisa dilakukan pada tahun 2026 ini lantaran usulannya baru saja masuk. Namun, warga diminta bersiap-siap karena target terdekat realisasinya diproyeksikan pada tahun 2027 hingga 2028 mendatang! Tentu saja, target ini bisa terwujud asalkan persetujuan dari Pemprov dan Kementerian terkait sudah dikantongi.
“Targetnya 2027 atau 2028, tentu dengan dukungan semua pihak agar usulan ini bisa segera direalisasikan,” pungkas Bagus penuh optimisme. (nov)
